Pemerkosa 5 Bocah Diduga Alami Masalah Kejiwaan

Pemerkosa 5 Bocah Diduga Alami Masalah Kejiwaan

- detikNews
Rabu, 13 Jul 2011 13:11 WIB
Jakarta - Pemerkosaan yang dilakukan sopir angkot terhadap 5 bocah perempuan di Cibubur, Jakarta Timur, tentulah di luar kebiasaan laki-laki normal. Permasalahan di dalam kejiwaannya bisa menjadi pemicu ia tega memperkosa anak di bawah umur.

Menurut psikolog dari Universitas Indonesia (UI), Efnie Indrianie, ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang memperkosa anak di bawah umur. Kebanyakan dari pelaku bertindak seperti itu karena pernah melihat atau mengalami hal serupa di masa lampau.

"Kalau dilihat dari literatur, banyak yang mengingatkan mereka atau mereka pernah lihat aktivitas seksual yang menyimpang. Kemudian mereka melakukannya dengan yang lain. Ada masalah kejiwaan," kata Efnie kepada detikcom, Rabu (13/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Efnie, orang-orang yang melakukan seks menyimpang mengalami traumatik pada masa lampau. Jika ia melakukan sodomi kepada orang lain, kemungkinan di masa lampau ia pernah disodomi. Namun tidak jarang juga ada orang yang disodomi tetapi ia tidak berbuat yang sama kepada orang lain.

"Di memori otaknya itu bekerja terus. Ia pernah mengalami traumatik atau melihat dari film atau tontonan nyata dan dia melakukannya dan menikmatinya. Tapi ada juga yang bisa tidak mengulanginya ke orang lain," jelasnya.

Selain itu ada beberapa penyebab lain yang membuat pelaku tega memperkosa anak di bawah umur. Penyebab lainnya yakni:

- Pelaku punya kepuasan seksual yang lebih jika ia melakukannya dengan anak-anak.

- Ada kelainan di otak pelaku yang membuat adanya dorongan seksual untuk melakukannya kepada anak-anak. Dorongan ini tidak bisa dikendalikan oleh pelaku sendiri.

- Ada proses penguatan dari lingkungan. Yakni subjek yang diperkosa atau anak-anak tentu tidak berani melaporkan hal ini ke orang lain. Baik orangtua maupun polisi.

"Subjeknya tidak berdaya dan dia memiliki pengalaman baru untuk melakukan eksploitasi terus kepada anak-anak," ungkapnya.

(gus/vit)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini