Menurut psikolog dari Universitas Indonesia (UI), Efnie Indrianie, ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang memperkosa anak di bawah umur. Kebanyakan dari pelaku bertindak seperti itu karena pernah melihat atau mengalami hal serupa di masa lampau.
"Kalau dilihat dari literatur, banyak yang mengingatkan mereka atau mereka pernah lihat aktivitas seksual yang menyimpang. Kemudian mereka melakukannya dengan yang lain. Ada masalah kejiwaan," kata Efnie kepada detikcom, Rabu (13/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di memori otaknya itu bekerja terus. Ia pernah mengalami traumatik atau melihat dari film atau tontonan nyata dan dia melakukannya dan menikmatinya. Tapi ada juga yang bisa tidak mengulanginya ke orang lain," jelasnya.
Selain itu ada beberapa penyebab lain yang membuat pelaku tega memperkosa anak di bawah umur. Penyebab lainnya yakni:
- Pelaku punya kepuasan seksual yang lebih jika ia melakukannya dengan anak-anak.
- Ada kelainan di otak pelaku yang membuat adanya dorongan seksual untuk melakukannya kepada anak-anak. Dorongan ini tidak bisa dikendalikan oleh pelaku sendiri.
- Ada proses penguatan dari lingkungan. Yakni subjek yang diperkosa atau anak-anak tentu tidak berani melaporkan hal ini ke orang lain. Baik orangtua maupun polisi.
"Subjeknya tidak berdaya dan dia memiliki pengalaman baru untuk melakukan eksploitasi terus kepada anak-anak," ungkapnya.
(gus/vit)










































