"Saya rasa bukan suatu hal yang membuat saya kaget. Sultan bilang sama saya kalau Nasdem jadi parpol dia akan mundur," ujar Ical.
Hal ini disampaikan Ical kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia konsisten dengan partai, jelas jadi lembaga politik dan dia mundur," terangnya.
Ical mengaku tak pernah menyarankan Sultan untuk mundur dari Nasdem. Golkar tak pernah melarang kadernya masuk organisasi yang tidak berpolitik.
"Tidak ada dorongan, itu kesadaran Sultan sebagai kader Golkar," tandasnya.
Beberapa pengurus inti Ormas Nasional Demokrat (Nasdem) termasuk Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X mundur dari kepengurusan Nasdem. Surat pengunduran diri Sultan diserahkan Rabu (7/7).
"Saya tadi malam dikasih tahu kawan-kawan di Nasdem bahwa memang Sultan mundur, dalam suratnya yang diberikan kemarin tanggal 6 Juli," kata mantan Wakil Sekjen Nasdem Samuel Nitisaputra saat dihubungi detikcom.
Selain Sri Sultan, ada juga pengurus Nasdem yang juga mundur. Samuel termasuk salah satunya. Samuel mundur dari ormas pimpinan Surya Paloh pada 10 Juni lalu. "Saya sudah mundur sejak 10 Juni," paparnya.
(van/mok)











































