"Mungkin karena panik, pelaku kemudian membawa saksi (Rian) kabur," kata Kepala Polres Bekasi Kota Kombes Imam Sugianto saat dihubungi detikcom, Minggu (3/7/2011).
Lina dibunuh di rumahnya di Jl Raya Narogong, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Bekasi Kota pada Sabtu (2/7) malam. Malam itu, pelaku sedang berusaha mencuri uang Rp 8 juta di lemari di kamar korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku kemudian berlari ke arah dapur dan mengambil sebilah pisau. Pelaku lalu menikam korban sehingga korban menjerit. "Korban kemudian dicekik hingga tewas," ujar Dedy.
Teriakan korban saat diserang pelaku membuat cucunya, Rian, terbangun dari tidur. Rian pun sempat menyaksikan detik-detik sang nenek dibunuh oleh pelaku.
"Lalu dibawalah cucunya itu naik motor, dengan maksud untuk menghilangkan saksi," kata dia.
Dedy menjelaskan, selama pelarian, tersangka lari ke arah Pondok Gede, Bekasi. Saat melintas Kali Kemang Pratama, pelaku membuang barang bukti berupa pisau di sungai tersebut.
"Pelaku kemudian berputar-putar keliling kota hingga menuju ke Pondok Gede sambil membonceng cucu korban," ungkap Dedy.
Setibanya di perempatan Tamini Square, pelaku kemudian menitipkan Rian kepada warga. Pelaku selanjutnya pergi menuju Babelan melalui Jl Kalimalang.
"Pelaku menitipkan Rian dengan alasan hendak mau beli makan," kata dia.
Namun, setelah beberapa jam kemudian, pelaku tidak kembali. Oleh warga, Rian kemudian dibawa ke Pos Unit Patroli Jalan Raya (PJR) 88, dekat Jasamarga Dukuh.
"Sementara pelaku yang lari ke Babelan, sempat mutar-mutar mencari persembunyian dan bertemu dengan temannya," ujar dia.
Sementara petugas Pos Unit PJR menginformasikan penemuan anak hilang (Rian) ke Polsek terdekat. Polisi yang mengetahui hal itu, lantas menjemput korban ke Pos PJR.
(mei/irw)










































