Setelah 1,5 Tahun, Pembunuh Wanita di Depan High Scope Tertangkap

Setelah 1,5 Tahun, Pembunuh Wanita di Depan High Scope Tertangkap

- detikNews
Kamis, 30 Jun 2011 16:33 WIB
Jakarta - Kerja keras aparat kepolisian memburu pelaku pembunuhan terhadap seorang wanita di kolong tol TB Simatupang di depan High Scope, Cilandak, membuahkan hasil. Pencarian selama 1,5 tahun berakhir dengan ditangkapnya Deden Mustofa (36).

"Tersangka pacar korban," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Gatot Eddy Pramono kepada wartawan, Kamis (30/6/2011).

Erni Johan (43) ditemukan tewas pada 27 Desember 2009. Kondisinya mengenaskan dengan tangan dan kaki terikat, mulut disumpal dan kondisi tubuh mulai membusuk setengah telanjang. Kala itu tidak ditemukan adanya identitas di tubuh Erni.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban tewas dipukul balok badannya dan kepalanya dipukul batu," kata Gatot.

Menurut Gatot, tersangka tega menghabisi nyawa kekasihnya karena dibakar api cemburu. Uang Rp 400 ribu yang diberikan Deden untuk persiapan menikah pada tahun 2010 justru dihabiskan Erni bersama selingkuhannya.

"Motifnya pembunuhan karena cemburu," ungkap Gatot.

Deden mengaku nekad menghabisi nyawa perempuan yang sudah dipacarinya selama dua tahun itu karena cemburu. Pria bertubuh kurus ini mendapat informasi kalau Erni kerap kali jalan bersama mantan pacarnya.

"Dia selingkuh dengan joki 3 in 1," ungkapnya.

Tidak ingin pernikahannya kandas, Deden coba menyelesaikan masalah secara baik-baik. Pada 25 Desember 2009 keduanya sepakat bertemu di kolong tol TB Simatupang. Bukannya sadar, Erni justru emosi saat ditegur.

"Saya malah ditampar, dijenggut," kata Deden.

Terbakar emosi pria yang bekerja sebagai pemulung ini akhirnya menghabisi nyawa Erni. Takut perbuatannya terendus petugas, Deden selalu berpindah-pindah tempat tinggal dari Cilandak, Jatinegera hingga Klender.

"Saya puas tidak menyesal," tegasnya.

Deden kini meringkuk di sel tahanan dan dijerat dengan pasal 338 junto 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.

(did/irw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini