"Umur kami sudah sangat tua, tapi kebutuhan Z masih banyak," kata Nyai saat ditemui wartawan di tempat tinggalnya di Pancoran Mas, Depok, Selasa (28/6/2011). Guratan lelah jelas sekali terlihat di wajah wanita itu.
Kebutuhan Z memang terbilang berbeda dengan anak-anak yang lain. Dengan virus yang bersarang di tubuhnya, gadis kecil itu memerlukan perawatan kesehatan yang teratur. Selain itu, Z juga membutuhkan biaya untuk pendidikannya.
"Kami tetap berharap ada dermawan yang bersedia membantu agar Z tetap sehat dan panjang umur. Meski sekarang kami sudah memiliki kartu Jaminan Kesehatan Daerah untuk meringankan biaya pengobatannya," kata Nyai dengan mata sedikit berkaca-kaca.
Dengan kartu tersebut, biaya pengobatan Z memang jauh lebih ringan. Dulu, Nyai dan suaminya harus menyediakan uang Rp 5 juta setiap kali Z sakit. Namun kini, biaya yang dikeluarkan untuk pemeriksaan Z jadi makin ringan yakni Rp 50 ribu.
"Sebelumnya tanpa Jamkesda, biaya kontrol dan obat-obatan tiap bulan bisa mencapai Rp 5 juta," kata nenek berumur 68 tahun itu. Karena lebih murah, pengobatan Z juga lebih teratur.
Z terjangkit HIV dari ibundanya, Rosalina. Sementara Rosalina tertular melalui suaminya Ridwan. Diduga, Ridwan terkena virus itu dari perilakunya yang kerap mabuk-mabukan dan mengkonsumsi narkoba.
Nyai mengatakan, selama ini, untuk kebutuhan hidupnya dan juga Z, suami Nyai menjadi buruh tani. Bisa dibayangkan, penghasilan yang yang mereka dapatkan hampir pasti tidak besar. Adakah dermawan yang siap membantu?
(ken/asy)











































