Staf Khusus SBY: Hasil Survei LSI Tak Perlu Ditanggapi Berlebihan

Staf Khusus SBY: Hasil Survei LSI Tak Perlu Ditanggapi Berlebihan

- detikNews
Minggu, 26 Jun 2011 16:49 WIB
Jakarta - Hasil survei yang digelar Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan popularitas Presiden SBY merosot. Salah satunya adalah karena kasus mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) M Nazaruddin. Bagaimana tanggapan Staf Khusus SBY Denny Indrayana?

"Survei selalu penting sebagai cermin untuk introspeksi. Karena itu kita tidak perlu menanggapinya dengan berlebihan," kata Denny saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (26/6/2011).

Denny mengamini, gencarnya pemberitaan negatif, termasuk kasus Nazaruddin, pasti mempengaruhi. Padahal, sesungguhnya di Indonesia masih banyak pula berita baik dan capaian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tetapi karena postulat bad news is good news, menjadi belum terberitakan dengan cukup. Padahal bad news is bad news. Good news is good news. Dengan terlalu sedikit kabar baik yang diberitakan, wajar masyarakat menjadi pesimis," imbuhnya.

Malah, Denny yakin publik luar negeri justru melihat Indonesia lebih positif. "Publik luar negeri justru lebih apresiatif dan optimis melihat capaian Indonesia," tuturnya.

Riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada awal Juni 2011 menunjukkan tingkat kepuasan publik atas kinerja Presiden SBY merosot ke angka 47,2 persen. Merosotnya popularitas SBY, hingga di bawah angka 50 persen sejak terpilih dalam Pilpres 2009, ini salah satunya disebabkan oleh kasus Muhammad Nazaruddin.

Survei LSI menunjukkan tingkat kepuasan publik atas kinerja SBY sejak Januari 2011 ke Juni 2011 turun hingga 9,5 persen, yakni dari 56,7 persen ke 47,2 persen.

Survei ini dilakukan di lapangan dari tanggal 1 Juni-7 Juni 2011. 1200 responden dipilih secara acak yang mewakili 33 provinsi, disurvei dengan metode wawancara tatap muka. Margin of error plus minus 2,9 persen.

(ndr/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads