Hal tersebut diungkapkan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Banyumas, setelah melakukan penelitian terhadap butiran-butiran berwarna kuning yang dikumpulkan warga dari lokasi pinggir sungai.
"Berdasarkan penelitian kami sejak kemarin (23/6), Butiran kuning yang sempat dikumpulkan oleh warga itu ternyata bukan emas. Itu hanya batu 'pyrite' atau bebatuan yang terdiri dari unsur besi dan belerang. Batuan itu menjadi kuning, karena terus-menerus terendam air di Sungai Logawa," kata Kabid SDM Dinas ESDM Banyumas, Junaedi, Jumat (24/6/2011) kepada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah dilihat batu tersebut tidak menunjukkan adanya kilapan seperti emas. Dari cara ini sudah dapat dipastikan jika butiran tersebut bukanlah emas," katanya.
Selain itu, pembuktian lainnya dapat dilakukan menggunakan kaca pembesar. Jika dilihat dengan kaca pembesar maka akan terlihat mengkilap. Sementara butiran yang ditemukan warga melalui kaca pembesar terlihat kuning kusam.
Menurut dia, banyaknya warga yang terus melakukan kegiatan penggalian di pinggir sungai disinyalir dapat merusak lingkungan. Karena nilai ekonomi batu pyrite yang terus digali warga tidak ada harganya. Hingga sore tadi, pihak Dinas ESDM melalui aparat Muspika setempat juga telah meminta warga untuk menghentikan kegiatan berburu emas di pinggir Sungai Logawa.
(nwk/nwk)











































