Menlu Upayakan Bantu 21 TKI yang Terancam Hukuman Mati di Saudi

Menlu Upayakan Bantu 21 TKI yang Terancam Hukuman Mati di Saudi

- detikNews
Jumat, 24 Jun 2011 12:31 WIB
Menlu Upayakan Bantu 21 TKI yang Terancam Hukuman Mati di Saudi
Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa menegaskan pihaknya tetap berupaya keras membantu para TKI yang terancam hukuman mati di Arab Saudi. Hingga kini ada 21 TKI yang terancam hukuman mati karena berbagai alasan, mulai dari kasus kekerasan hingga pembunuhan.

"Seperti kita ketahui dalam menangani fakta ke depan dan ke belakang, betapa warga kita (21 TKI) perlu perlindungan agar kepastian hak-haknya dapat diberikan," kata Marty.

Hal itu disampaikan usai pertemuan bilateral dengan Menlu Singapura K Shunmugan, di gedung Pancasila, Kemenlu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (24/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, soal moratorium pengiriman TKI ke Arab Saudi, Marty mengatakan moratorium ini dilakukan untuk memastikan perlindungan terhadap TKI.

"Jadi moratorium ini tidak akan diangkat sampai jangka waktu tertentu, sampai kita bisa yakin bahwa pekerja kita bisa menikmati perlindungan yang dibutuhkan" ujarnya.

Sesuai instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, lanjut Marty, moratorium baru akan dilaksanakan awal Agustus mendatang. Namun Marty menggarisbawahi bahwa moratorium ini bukanlah untuk menciptakan masalah baru tapi untuk mencari solusi.

"MoU ini akan bermanfaat tapi kita harus memastikan kapan dan bagaimana MoU ini bisa ditetapkan dan didorong" tutur Marty.

Isi dari MoU itu sendiri, masih akan dikembangkan. Namun yang terpenting, MoU dibuat untuk menciptakan perlindungan bagi TKI maupun WNI di Arab Saudi.

"Ini bukan isu bilateral karena kita menyadari perlindungan terhadap pekerja migran di luar negeri merupakan masalah yang banyak terjadi di beberapa negara. Jadi saya berharap di luar dari masalah ini kita bisa ciptakan momen positif dan pengakuan bahwa ini adalah isu yang harus diselesaikan," tutupnya.

(feb/gus)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini