Tolak RUU Intelijen, Massa Bakar Draf RUU di Depan DPR

Tolak RUU Intelijen, Massa Bakar Draf RUU di Depan DPR

- detikNews
Rabu, 22 Jun 2011 17:54 WIB
Jakarta - Ratusan massa yang menamakan diri Aliansi Menggugat RUU Intelijen berdemo di depan Gedung DPR. Mereka menolak RUU yang tengah dibahas DPR karena dalam RUU tersebut menyangkut kewenangan intelijen untuk menangkap. Menurut para pendemo, kewenangan tersebut mendorong intelijen otoriter dan sulit dikontrol.

“Orde Baru kerjaannya nangkepin orang. Sekarang setelah 13 tahun semangat nangkepin orang atas nama terorisme, atas nama narkotika, akan nangkepin orang lagi. Kita harus tolak!“ kata koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KONTRAS), Haris Azhar di depan massa di depan Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Rabu (22/6/2011).

“Kita butuh intelijen, tapi bukan intelijen yag menangkap. Tapi intelijen yang cerdas yang pinter menangkap informasi,“ imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam aksinya, spanduk panjang bertuliskan 'Tolak RUU Intelijen untuk Kemerdekaan Rakyat' dibentangkan. Selain itu, sebagian massa juga membawa poster bernada serupa yakni menolak RUU Intelijen. Sebagian lain melumuri badannya dengan cat dan ditulisi 'Tolak RUU Intelijen'.

“Munir korban intelijen negara. Menangkap bukan kewenangan intelijen. Ini adalah awal dari otoritarianisme baru. Negara butuh stabiltas politik untuk menindas,“ tandas seorang demonstran yang berjas mahasiswa.

Aksi sekitar 60 menit tersebut diakhiri dengan pembakaran draf RUU tersebut. Para peserta aksi membuat lingkaran dan menyanyikan yel-yel perjuangan saat draf RUU tersebut dibakar.
Melihat aksi pembakaran ini, tidak ada reaksi apapun dari polisi yang berjaga. Mereka hanya memantau dari kejauhan dan mencatat gerak-gerik pendemo.

(Ari/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads