“Orde Baru kerjaannya nangkepin orang. Sekarang setelah 13 tahun semangat nangkepin orang atas nama terorisme, atas nama narkotika, akan nangkepin orang lagi. Kita harus tolak!“ kata koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KONTRAS), Haris Azhar di depan massa di depan Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Rabu (22/6/2011).
“Kita butuh intelijen, tapi bukan intelijen yag menangkap. Tapi intelijen yang cerdas yang pinter menangkap informasi,“ imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Munir korban intelijen negara. Menangkap bukan kewenangan intelijen. Ini adalah awal dari otoritarianisme baru. Negara butuh stabiltas politik untuk menindas,“ tandas seorang demonstran yang berjas mahasiswa.
Aksi sekitar 60 menit tersebut diakhiri dengan pembakaran draf RUU tersebut. Para peserta aksi membuat lingkaran dan menyanyikan yel-yel perjuangan saat draf RUU tersebut dibakar.
Melihat aksi pembakaran ini, tidak ada reaksi apapun dari polisi yang berjaga. Mereka hanya memantau dari kejauhan dan mencatat gerak-gerik pendemo.
(Ari/nwk)











































