"Kritikan masyarakat itu merupakian bentuk perhatian masyarakat pada kami. Kalau masyarakat tidak peduli tentunya tidak akan mengkritik kami sedemikian rupa seperti pada partai lainnya yang juga mengalami masalah yang sama. Namun hanya PD yang melakukan langkah-langkah pasti," kata Saan kepada wartawan di Jakarta, Minggu (19/6/2011).
Menurut Saan, masyarakat enggan mengkritik partai lainnya, karena sudah lelah dan tidak pernah didengarkan. Berbeda dengan PD yang langsung merespon sepenuhnya kritik masyarakat dengan langkah-langkah yang nyata.
"Kritik masyarakat pada partai lain kan tidak pernah ditanggapi, sehingga masyarakat pun berpikir percuma melaporkan pada partai lain. Lain dengan PD yang langsung direspon," jelasnya.
PD sendiri lanjut Saan, kritikan merupakan harapan masyarakat agar partainya bisa menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang ada, baik di lingkungan birokrasi maupun partai politik. SBY sebagai Ketua Dewan Pembina PD tidak menjadikan pemberantasan korupsi sebagai slogan saja, tapi benar-benar melakukannya.
"Pak SBY pun konsisten dengan perjuangan pemberantasan korupsi, namun memang harus diakui bahwa banyak kendala untuk melakukannya sehingga belum semua harapan masyarakat bisa terpenuhi," tambahnya.
Saan menambahkan, saat ini pun PD dan SBY telah bekerja untuk menegakkan hukum dan memberantas korupsi dengan sesuai dengan aturan yang ada.
"Kami tidak melindungi satupun kader kami yang melakukan tindak pidana korupsi. Kami langsung melakukan langkah-langka penegakkan aturan partai di internal dan mendorong KPK untuk menuntaskan kasus ini. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam pemberantasan korupsi yang harus juga dilihat masyarakat secara objektif," pungkasnya.
(mrd/her)











































