"Cuma diborgol saja. Nggak dapat perlakuan kasar apapun," ujar Dwi kepada detikcom, di RS Usada Insani, Jl KH Hasyim Asyhari, Cipondoh, Tangerang, Sabtu (18/6/2011).
Menurut Dwi, meski tidak dikasari, namun pelaku mengancam akan membunuhnya. Dwi menduga, penyekapan itu dilakukan karena pelaku yang merupakan saudara suami, tidak juga bertemu dengan suami Dwi. Sehingga Dwi dijadikan korban oleh pelaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena sudah 2 tahun nggak ketemu. Jadi mereka nggak bisa bertemu dengan suami jadi saya yang disekap," tutur Dwi.
Dwi juga menjelaskan, awal mula dia disekap oleh pelaku. Saat itu Dwi sedang membeli susu di Slipi.
"Tiba-tiba ketemu dengan saudara suami saya, laki-laki dan ibunya. Terus saya langsung dibawa dan disekap di rumahnya di lantai 2. Jumat siang saya terjun dari lantai 2 untuk kabur. Minta tolong satpam tapi nggak ada yang nolongin," tutur Dwi.
Dwi disekap oleh 3 orang di lantai 2 Perumahan Banjar Wijaya, Cipondoh, Tangerang, karena disekap. Karena ingin kabur, Dwi akhirnya meloncat dari lantai 2. Akibatnya, tulang belakang Dwi patah.
(nik/gah)










































