SBY Minta Peran Aktif Masyarakat Cegah 'Serangan' Balik Teroris

Laporan dari Tokyo

SBY Minta Peran Aktif Masyarakat Cegah 'Serangan' Balik Teroris

- detikNews
Jumat, 17 Jun 2011 00:19 WIB
Tokyo - Kekhawatiran muncul setelah vonis 15 tahun penjara bagi Abu Bakar Ba'asyir. Para pendukungnya yang tidak terima bisa saja melancarkan aksi serangan. Guna mencegah hal ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta ada peran aktif masyarakat.

"Seraya pemerintah akan terus menjalankan tugasnya, harapan saya para pemuka agama, tokoh masyarakat, orang tua juga aktif untuk menjalankan tugasnya. Demikian seruan saya," kata Presiden SBY.

Hal tersebut dia sampaikan saat jumpa pers di Hotel Imperial, Tokyo, Jepang, Kamis (16/6/2011). Hadir dalam acara jumpa pers para menteri dan staf dari Kedutaan besar Indonesia di Jepang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SBY menambahkan, masih banyak rakyat Indonesia yang tidak menyukai kekerasan. Namun, mereka memilih diam. Sebaliknya, para pendukung Ba'asyir meski sedikit tapi kerap mendapat porsi pemberitaan sehingga terlihat besar.

Karena itu, program deradikalisasi bagi teroris dianggap perlu. Mulai dari tokoh agama, orang tua, hingga aparat harus bekerjasama untuk memastikan umat atau anggota keluarga mereka bebas dari ajaran yang salah.

"Pemerintah tentu demikian juga untuk melakukan hal yang sama, perlu ada pelurusan ajaran agama yang benar. Perlu ada deradikalisasi," tegasnya.

Ba'asyir divonis 15 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sebelumnya, Ba'asyir dituntut hukuman seumur hidup oleh jaksa penuntut umum (JPU).

"Menyatakan terdakwa telah terbukti bersalah melakukan tindak pindana terorisme dalam dakwaan subsider. Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama 15 tahun," ucap Ketua Majelis Hakim Herry Swantoro dalam sidang pembacaan vonis di PN Jaksel.

(mad/rdf)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads