2 Dokter RS Sardjito Datangi Bayi Tanpa Hidung & Rongga Mulut

2 Dokter RS Sardjito Datangi Bayi Tanpa Hidung & Rongga Mulut

- detikNews
Kamis, 16 Jun 2011 22:51 WIB
Magelang - Tim Kesehatan RS Sardjito Yogyakarta mendatangi rumah kediaman Istikomah (6 bulan) bayi yang lahir(22/6) tanpa hidung dan rongga mulut di Dusun Candigelo RT 02/RW V Desa Ngadipuro, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Tim itu terdiri dari dua dokter spesialis yaitu Chief Residen Bedah Plastik Bambang Prasetyo dan Residen Spesialis Anak Diatri. Mereka didampingi Bidang Hukum dan Humas RS Sardjito Banu Hernawan.

"Tujuan kedatangan kami adalah selain mewakili dari Kementerian Kesehatan juga untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi Istikomah yang mengidap multi kelainan saat lahir enam bulan lalu," ujar Banu Hernawam, Kamis (16/06/2011) di sela-sela kunjungannya yang pertama di rumah Istikomah di Magelang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banu menjelaskan hasil pemeriksaan awal atau assigment ini nantinya akan dibawa ke RS Sardjito Yogyakarta untuk digunakan sebagai bahan diskusi dan kajian tim dokter yang akan terlibat dalam rencana operasi terhadap bayi Istikomah.

"Perkiraan kami dari pengalaman yang telah kami lalui dari beberapa kasus yang hampir sama operasi akan lebih dari sekali operasi," jelas Banu.

Doter ahli yang terlibat, ujar Banu, akan sesuai dengan kemampuannya masing-masing dalam proses operasinya nanti. Beberapa dokter ahli dan spesialis yang akan terlibat diantaranya dokter ahli atau spesialis bedah plastik, spesialis anak, spesialis jantung anak, dokter spesialis syaraf, dokter spesialis patologi dan dokter spesialis radiologi.

Banu menambahkan, terkait dana pihak RS belum menentukan besarnya biaya. Istikomah pernah melakukan rawat inap namun baru dua hari, diagnosa belum lengkap, keluarga pasien pulang secara paksa.

"Saat itu pihak keluarga pasien Istikomah minta pulang paksa. Padahal kami saat itu juga belum menentukan berapa biaya kisaran yang diambil. Namun, saat ini beredar Rp 450 juta melalui kesempatan ini kami dari pihak RS Sarjito menyatakan belum tentukan berapa kisaran biaya operasi untuk Istikomah," jelas Banu.

Terkait pernyataan menteri kesehatan bahwa biaya operasi Istikomah akan dibiayai seluruhnya oleh Jamkesmas, Banu belum bisa menjamin dan memastikan.

"Saat ini kami hanya melakukan langkah awal terlebih dahulu soal biayanya itu nanti akan kita koordinasikan dengan pihak kementrian kesehatan," ungkap Banu.

Begitu datang di rumah Istikomah dengan mengendarai mobil Kijang Avanza bernopol AB 1064 TA, kedua dokter dan tiga orang staf RS Sarjito disambut oleh Kepala Desa Syehadi Sulaiman dan kedua orangtua Istikomah Siti Maonah dan Wahid Widodo. Kedua dokter langsung melakukan pemeriksaan sekitar 30 menit di kamar Istikomah.

Wahid Widodo, ayah Istikomah menyatakan sedikit lega dan bersyukur dengan kedatangan tim dokter dari RS Sarjito Yogyakarta.

"Harapan saya, anak saya bisa sembuh dan sangat terima kasih kepada semua pihak yang membantu Istikomah anak saya untuk bisa menjalani proses oeprasi nanti," tegas Widodo.

Widodo juga berharap, sesuai dengan pernyataan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih bahwa biaya operasi anaknya Istikomah akan ditanggung seluruhnya dengan menggunakan dana Jamkesmas bisa terwujud.

"Saya sangat berharap kalau bisa pemerintah benar-benar mengabulkan ucapan dan janjinya," jelas Widodo.

(rdf/rdf)


Berita Terkait