Boediono datang dengan didampingi sang istri Ibu Herawati Boediono. Mantan Gubernur BI ini sempat masuk kedalam rumah berukuran 6x6 meter. Boediono bahkan menyempatkan diri untuk melihat kamar di rumah yang dibangun dengan bambu dan batako itu.
"Kamarnya gimana," tanya Boediono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar itu Boediono tersenyum lalu melanjutkan melihat dapur di rumah. Setelah itu Boediono mendatangi taman bermain anak-anak. Ibu-bu yang sedang mendampingi anaknya bermain, tampak sumringah menyambut kedatangan Boediono.
"Kegiatannya apa saja," tanya Boediono.
"Kita adakan kegiatan belajar," jawab salah seorang relawan yang menjadi tenaga pengajar.
Kedatangan orang nomor dua di negeri ini disambut antusias oleh para warga. Total ada 297 hunian sementara di Dusun Kuwang. Huntara terlihat sudah tertata dengan baik. Ditargetkan rehabilitasi pasca erupsi merapi akan selesai pada 2013 nanti.
"Ini semua huntara tertata dengan baik, saya kira ini cukup layak dan saya dengarkan tadi dari para warga, mereka cukup senang ada tempat yang cukup untuk keluarga hidup sehat," kata Boediono.
Menurutnya, di hunian sementara itu para warga sudah memiliki tempat-tempat untuk bekerja seperti perikanan dan pertanian. Namun untuk jangka panjang pemerintah pusat dan daerah akan membuat hunian yang permanen untuk warga korban merapi.
"Tentu tahap berikutnya adalah kita akan membuat hunian yang permanen, ini yang sedang kita garap dan dananya sedang kita olah," jelasnya.
Boediono sebelumnya juga sempat meninjau ke Taman Nasional Gunung Merapi, Kinarejo, Sleman, Yogyakarta. Selama kurang lebih 20 menit Boediono mendengarkan pemaparan dari Bupati Sleman, Sri Purwono.
Dihadapan Boediono, Purwono mengatakan program pasca bencana merapi sudah dilaksanakan, yang menjadi kendala saat ini tidak adanya instalasi untuk pengolahan air besih.
(did/gun)










































