Partai Amanat Nasional (PAN) mengaku kecewa berat dengan sikap Golkar dan PD yang tak menghormati sikap koalisi lain yang menghendaki Parliamentary Threshold sebesar 3 persen. Golkar mendorong PT 5 persen sedangkan PD masih eksis dengan PT 4 persen.
"Setgab tidak efektif lagi di DPR," keluh Ketua DPP PAN, Viva Yoga Mauladi, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (14/6/2011).
Keluhan PAN ini dianggap wajar oleh PDIP. PDIP memandang perselisihan di PT ini sangat alot dan memungkinkan koalisi tak sependapat.
"Ya PT itu menyangkut hirup mati parpol dan mereka tidak lagi bicara koalisi tapi masa depan mereka," tutur politisi senior PDIP, Pramono Anung.
Partai koalisi pun akan mempertahankan ego masing-masing, karena PT itu menyangkut eksistensi partai masing-masing anggota koalisi. Karenanya kemungkinan pembahasan UU Pemilu akan kerap mengalami deadlock.
"Koalisi akan berakhir pada masa pemerintahan ini sementara parpol akan terus ada. Sehingga akan ada perdebatan mengenai hal itu," tandasnya.
(van/gah)











































