4 Cawapres Berdebat Tanpa Hasyim

4 Cawapres Berdebat Tanpa Hasyim

- detikNews
Selasa, 22 Jun 2004 00:40 WIB
Jakarta - Empat dari lima cawapres berdebat. Mereka adalah Salahuddin Wahid, Siswono Yudo Husodo, Jusuf Kalla, dan Agum Gumelar. Sayang, Hasyim Muzadi tidak ikutan.Keempatnya menghadiri acara debat yang diselenggarakan Trans TV, Senin (21/6/2004) malam. Berbagai topik dibahas, seperti korupsi, pemekaran Papua, illegal logging, gangguan keamanan, perlindungan anak, kampanye, pendidikan, judi, dan narkoba.Meski kehadiran keempat cawapres itu menarik, tapi tidak demikian dengan jawaban-jawaban yang dilontarkan. Sebab masih seputar janji yang standar. Meski begitu, para pendukung kandidat tampak bersemangat setiap jagoannya memberikan jawaban. Mereka tak bosan-bosannya memberikan tepuk tangan meriah.Soal korupsi, Agum mengatakan, pemerintah harus tegas dalam menghadapi kasus yang sifatnya ilegal. Siapapun yang melakukannya harus ditindak tegas tanpa pandang bulu.Sedangkan Siswono berpendapat, pemberantasan korupsi harus dimulai dari orang pertama dan kedua di Indonesia. Kemudian Jaksa Agung harus cerdas dan berani bertindak tegas.Soal judi, Kalla menegaskan, dalam tren apapun, dirinya tidak akan melegalkan judi. Untuk mencegah keterlibatan aparat dalam maraknya judi, maka kesejahteraan aparat harus ditingkatkan.Mengenai gangguan keamanan, menurut Agum, untuk menyelesaikan gangguan yang sifatnya separatis dapat dilakukan dengan cara ofensif diplomasi. Sedangkan di dalam negeri, gerakan separatis harus disadarkan untuk turut membangun negara. "Kalau tidak bisa, ya harus ditumpas," tukasnya.Salahuddin Wahid mendapat pertanyaan apa yang harus dilakukan jika wapres beda pendapat dengan presiden. "Memang ada hal-hal prinsipil yang tidak sama. Tapi tidak perlu khawatir dengan adanya perbedaan pendapat," kata pria yang akrab disapa Gus Solah ini dengan santai.Soal pendidikan, Agum menilainya sebagai investasi masa depan. Sehingga perlu disiapkan SDM. "Kita akan bebaskan SPP dari SD hingga SMU," janjinya.Sedangkan Siswono berpendapat, dengan keterbatasan dana yang ada, di samping menyiapkan sekolah umum, perlu juga meningkatkan sekolah kejuruan."Tidak boleh ditoleransi dengan kualitas rendah. Kesejahteraan guru ditingkatkan, fasilitas diperbaiki, serta APBD perlu diarahkan ke porsi yang besar untuk pendidikan," janji Siswono. (sss/)


Berita Terkait