"Kita mengirim peti mati karena ingin suatu hal baru. Kita bergerak di bidang kreatif kalau melakukan yang sudah-sudah tidak bagus," kata Melina di Polsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (6/6/2011).
Melina mengatakan, perusahaan tempatnya bekerja juga akan melakukan semacam gerakan sosial. Menurutnya CEO Buzz & Co, Sumardy Ma telah merancang program ini sejak Februari lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Polsek Kebon Jeruk telah memintai keterangan empat orang kurir yang mengantar peti mati ke sejumlah media. Mobil ambulans abu-abu yang digunakan untuk mengirim peti itu juga terparkir di halaman parkir Mapolsek Kebon Jeruk.
(nal/fay)











































