"Jadi kita lebih cepat lagi berlakukan, bukan 22 Juni tapi kita akan mulai terapkan pada 20 Juni mendatang," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (6/5/2011).
Direncanakan ada sepuluh gedung yang memberlakukan sistem parkir off sreet, antara lain Gajah Mada Plaza, Duta Merlin, Menara BTN, Gedung Pelni, Hayam Wuruk Plaza, Glodok Plaza, Hotel Mercure, Hotel Jayakarta, dan Lindeteves Trend Center. Menurut Pristono, gedung-gedung ini telah diimbau untuk memasang rambu petunjuk kapasitas parkir yang sistem kerjanya secara elektronik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pristono menjelaskan, saat ini di kawasan Gajah Mada kendaraan tidak boleh parkir hanya di bahu jalan pada jam-jam tertentu. Misalnya, untuk di Gajah Mada kendaraan tidak boleh parkir di jalan pukul 06.00-10.00 WIB, sedangkan untuk kawasan Hayam Wuruk kendaraan tidak diperkenankan parkir pada pukul 16.00 WIB-19.00 WIB.
"Nah jadi sistem parkir ini yang akan kita ubah, jadi off street semuanya. Jadi kita larang 24 jam kendaraan parkir di jalan itu lagi," terangnya.
Berdasarkan data yang dimiliki Dishub, parkir di jalan hanya mampu menampung 680 ruang kendaraan. Dengan diberlakukannya parkir off street di gedung-gedung itu diperkirakan bisa menampung 3.000 sampai 4.000 kendaraan.
"Jadi kapasitasnya sangat-sangat cukup kan kalau parkir itu dialihkan," imbuhnya.
Pristono menjelaskan, pemilihan gedung untuk penerapan parkir ini telah mempertimbangkan beberapa aspek. Seperti akses masuk ke gedung parkir dengan baik, jalan menuju parkir juga baik, keamanan terjamin, kebersihan gedung, sistem parkir menggunakan sistem tiket dan jam operasionalnya harus 24 jam.
"Jadi kita tidak ingin ini asal-asalan, kita sedang melaksanakan, kita mau buat seinformatif mungkin. Sosialisasinya pemasangan rambu juga," jelas Pristono.
Pristono menambahkan, setelah nantinya sistem ini diberlakukan, Dishub juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI. Tujuannya, untuk melakukan penataan trotoar yang ada di gedung-gedung tersebut.
"Jadi agar pengguna jalan bisa berjalan dengan nyaman, makanya kita akn lakukan penataan trotoar di jalan-jalan tersebut," kata Pristono.
(lia/gun)











































