Pelaku Perampokan di Cakung Diduga 6 Orang

Pelaku Perampokan di Cakung Diduga 6 Orang

- detikNews
Rabu, 01 Jun 2011 16:44 WIB
Jakarta - Pelaku perampokan yang terjadi di Cakung, Jakarta Timur, diduga lebih dari dua orang. Saksi mata di sekitar menyebutkan pelaku berjumlah enam orang.

"Mereka pakai tiga motor boncengan dan menjaga mengepung korban," kata seorang saksi mata, Juari (58), saat ditemui di dekat lokasi kejadian, di Jl Bale Rakyat, Rt 1 RW 4, Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (1/6/2011).

Perampokan bermula ketika korban Sugiana (49) dan Wagianto (30) mengendarai Jupiter MX hijau nopol B 3082 FAA setelah mengambil uang di BCA Giant Ujung Menteng, Cakung, sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu keduanya mengantongi uang Rp 85 juta yang merupakan kiriman famili Sugiana dari Palembang untuk membangun rumah di Cakung Barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Jauri berdasakan penuturan korban Sugiana, saat korban melaju di Jl Bale Rakyat, seketika saja tiga motor memepet motor korban.

"Mereka langsung keluarkan golok sama pistol," kata Jauri.

Saat korban terjatuh, Wagiato yang membawa motor sempat bangun dan melawan. Sementara Sugiana berlari ke toko matrial Cahaya Baru yang berada di depan lokasi kejadian.

"Ada tiga kali tembakan ke atas," papar Jauri.

Namun naas, Sugiana yang diketahui membawa uang mendapatkan jalan buntu di matrial. Akhirnya, di bawah ancaman perampok uang yang baru dibawanya tersebut berpindah tangan pelaku.

"Kita enggak berani nolong, karena kita kira mereka (perampok) polisi. Biasanya di sini kalau ada suara tembakan polisi lagi kejar target narkoba," ujarnya.

Sementara itu pemilik toko bangunan, Feti (50), membenarkan peristiwa tersebut. "Saya langsung lari ke dalam rumah waktu liat golok sama dengar suara tembakan," kataya.

Dihubungi terpisah, Kasie Humas Polsektro Cakung, Iptu Sutrisno, mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus perampokan yang menimpa Sugiana dan Wagianto.

"Korban sudah pulang ke rumah dan anggota (polisi) masih melakukan penyelidikan," kata Sutrisno.

(ahy/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads