"Itu bukan kegusaran dari Pak SBY. Karena SMS fitnah tersebut hanyalah bohong belaka, sehingga Pak SBY merasa perlu meluruskan dan mengklarifikasi tentang permasalahan ini," ujar Wasekjen DPP PD Saan Mustopa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/5/2011).
Menurut Saan, dengan klarifikasi atas SMS fitnah itu bukan berarti SBY mengesampingkan masalah bangsa lainnya. SBY tetap melakukan program kerja yang direncanakan sebelumnya.
Saan menilai wajar jika SBY berbicara untuk mengklarifikasi SMS fitnah tersebut. Tak cuma SBY, bahkan kader Demokrat lainnya juga merasa gusar.
"Coba saja anda yang difitnah seperti ini, pasti anda merasa terganggu juga dan merasa perlu meluruskan," kata Saan.
Adapun isi SMS itu berbunyi, "Demi Allah, saya M Nazaruddin telah dijebak, dikorbankan, dan difitnah. Karakter, karier, masa depan saya dihancurkan. Dari Singapore saya akan membalas..."
Isi SMS itu juga mengungkap tudingan-tudingan terhadap SBY dan politisi-politisi PD. Di antaranya adalah Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng.
Nazaruddin sudah membantah telah mengirim SMS ancaman itu. "Ini fitnah, enggak benar sama sekali," kata Nazaruddin saat dihubungi.
(nik/fay)











































