"Kalaupun ada luka memar, itu karena membusuk. Diduga mayat sudah mati 3 hari lalu," ujar Kanit Reskrim Pancoran AKP Budi saat ditemui di lokasi kejadian, Jl Rawajati Barat, Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2011).
Budi mengatakan, diduga umur mayat dalam karung tersebut sekitar 25-30 tahun. Sampai sekarang identitas mayat tersebut masih belum diketahui.
"Masih dibawa ke RSCM. Belum teridentifikasi," ujarnya.
Menurut Budi, tidak ditemukan ada luka pada mayat tersebut. Hanya saja dari telinga, mulut dan hidungnya keluar darah.
Sementara itu, penemu mayat bernama Sugeng (62) yang merupakan petugas kebersihan, menjelaskan, dia menemukan mayat saat tengah membersihkan jalanan sekitar pukul 06.30 WIB. Sugeng melihat ada sebuah tas.
Sugeng mencoba memegangnya. Awalnya Sugeng hendak langsung membersihkannya. Namun rasa penasaran Sugeng begitu besar untuk mengetahui isi dari tas tersebut.
"Saya pegang-pegang ada bagian lembut dan yang keras. Tadinya mau saya sapu tapi saya coba cek dulu. Saya buka ternyata isinya telapak kaki," jelasnya.
Setelah mengetahui isi tas tersebut, Sugeng melapor ke Polsek terdekat. Menurut Sugeng, tas itu baru ada tadi pagi. Warga memang biasa membuang sampah dalam karung besar atau tas besar di tempat tersebut.
"Saya telepon Polsek minta mereka datang. Kemarin soalnya (baran itu) nggak ada," jelasnya.
Pantauan detikcom, pukul 10.30 WIB, tempat pembuangan tas ini merupakan saluran air atau got. Tidak begitu banyak sampah yang dibuang di situ. Hanya sampah-sampah plastik seperti tali rafia, bekas botol air mineral, dan plastik deterjen.
Saluran air tersebut sebenarnya bukan tempat pembuangan sampah. Lokasi pembuangan mayat ini posisinya ada di sebelah kiri jalan dari arah Kalibata ke Pengadegan. Ketika mayat tersebut ditemukan warga berkerumun. Namun sekarang sudah sepi. Tidak ada warga lagi yang menonton di TKP tersebut.
(gus/nrl)











































