"Saya tidak akan biarkan seorang pun mengusik konsentrasi kerja saya," kata Daniel lewat pesan singkat, Sabtu (28/5/2011).
Bagi Daniel, SMS liar yang menjelekkan dirinya adalah risiko sebagai pejabat publik. Tidak hanya itu, Daniel melihat adanya praktik politik kotor tanpa etika.
"Respon spontan saya tadi pagi ketika mendengar ini adalah geli bercampur aduk dengan prasaan tidak percaya bahwa saya bisa menjadi target dari para badut politik. Ini banyolan tidak lucu yang seronok sekaligus kasar," jelasnya.
Meski begitu, lewat kejadian ini Daniel menjadi belajar tentang kondisi politik di Tanah Air. Hal-hal kotor dan bengis bisa saja terjadi. Karena itu, ahli komunikasi politik Unair ini hanya bisa menyikapinya dengan bijak.
"SMS penuh tudingan tak berdasar ini sangat baik bagi sebuah dorongan yang lebih besar untuk tetap rendah hati dan berbuat lebih banyak lagi untuk kebajikan. Lebih penting dari semua itu, negeri ini memiliki banyak persoalan serius dan Pak SBY adalah pribadi serius yang diperlukan negeri ini. Tidak satupun SMS semacam itu akan mengalihkan perhatian SBY dari hal-hal serius," tegasnya.
Ancaman dari orang yang mengaku-ngaku Nazaruddin itu menyebar lewat SMS dan BlackBerry messenger (BBM) sejak Sabtu (28/5/2011). Pesan SMS disebar dari nomor +65843939xx. Saat detikcom mencoba menghubungi nomor tersebut, ternyata nomor itu sudah tidak aktif.
Adapun isi pesan SMS gelap itu berbunyi, "Demi Allah, saya M Nazaruddin telah dijebak, dikorbankan, dan difitnah. Karakter, karier, masa depan saya dihancurkan. Dari Singapore saya akan membalas..."
Isi SMS itu juga mengungkap tudingan-tudingan terhadap SBY dan politisi-politisi PD. Di antaranya adalah Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng. Nama Daniel juga turut disebut.
Nazaruddin sudah membantah telah mengirim SMS ancaman tersebut. "Ini fitnah, enggak benar sama sekali," kata Nazaruddin saat dihubungi.
(mad/fjr)











































