Palestina Jaga Hubungan dengan AS

Palestina Jaga Hubungan dengan AS

- detikNews
Kamis, 26 Mei 2011 14:15 WIB
Nusa Dua - Disadari atau tidak, Amerika Serikat (AS) memegang peranan penting dalam percaturan politik global. Sebab AS memegang hak veto sebagai salah satu anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Karena itu, Palestina tetap menjaga hubungan dengan AS demi pengakuan negara Palestina yang berdaulat di PBB.

"Kami tidak pernah memutus hubungan dengan AS. Kami melakukan klarifikasi terkait administrasi (pengakuan negara) di UN. Kami berharap pengakuan bisa menjadi hasil," ujar Menlu Palestina Riyad Malki dalam jumpa pers di sela-sela konferensi tingkat menteri (KTM) ke-16 Gerakan Non-Blok (GNB), di Grand Hyatt Hotel, Kamis (26/5/2011).

Malki juga senang, dalam perjuangan menuju negara berdaulat yang diakui keberadaannya di dunia internasional, rekonsiliasi antara Fatah dan Hamas telah terjadi. Hal itu bisa menjadi salah satu modal bagi perjalanan Palestina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Mei ini, dua faksi besar di Palestina itu telah menandatangani kesepakatan rekonsiliasi nasional. Penandatanganan dilakukan di Kairo, Mesir. Dengan penandatanganan itu artinya jalan bagi pembentukan pemerintah persatuan telah terbuka.

Malki pun mengapresiasi pernyataan Presiden AS Barack Obama di Gedung Putih pada pertengahan Mei yang mendukung pengembalian wilayah perbatasan Israel-Palestina seperti sebelum perang Arab-Israel pada tahun 1967. Ini merupakan pertama kalinya Obama menyampaikan sikap politik luar negerinya soal konflik Timur Tengah. Pernyataan ini kembali diulang Obama saat datang ke Inggris kemarin.

"Obama selama kunjungannya ke Inggris, dalam joint press conference secara jelas telah meyebut tentang negara berdaulat Palestina yang berbatasan dengan Mesir dan Yordania. Ini sangat jelas," sambung dia.

Dalam kesempatan itu, Malki juga menyatakan ucapan terima kasihnya kepada Pemerintah Indonesia, baik di level menteri maupun level presiden, yang telah memberikan dukungan bagi negara Palestina berdaulat.

"Kami menghargai dukungan dari Indonesia juga, di level menteri dan presiden yang telah mendorong dukungan kolektif Gerakan Non-Blok (GNB) untuk kami," ucap Malki.

(vit/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads