KPK Didesak Segera Panggil Nazaruddin

KPK Didesak Segera Panggil Nazaruddin

- detikNews
Kamis, 19 Mei 2011 15:54 WIB
KPK Didesak Segera Panggil Nazaruddin
Jakarta - Kelompok aktivis LSM Petisi 28 hari ini mendatangi kantor KPK. Mereka mendesak lembaga antikorupsi tersebut untuk segera memanggil Bendahara Umum Demokrat Muhammad Nazaruddin yang disinyalir terlibat dalam kasus suap pembangunan Wisma Atlet Palembang.

"Kami mendesak pimpinan KPK untuk segera memanggil Nazarudin. Pemanggilan nazarudin adalah pembuktian bahwa KPK dan Busyro Muqoddas bukan antek SBY," tukas anggota Petisi 28 Haris Rusly di kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/5/2011).

Untuk membuktikan tidak adanya intervensi dari SBY, maka Petisi 28 meminta KPK mengambil tindakan cepat dan tegas agar kasus dugaan suap Sesmenpora dapat diusut hingga tuntas. Petisi 28 menilai kasus tersebut bukan hanya sekadar kasus dugaan suap Sesmenpora semata tapi juga

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah sebuah korupsi berjamaah Partai Demokrat dalam rangkaian pendanaan Pemilu 2014," ucap Haris.

Meski sudah ada bantahan dari kubu Demokrat, namun Petisi 28 tetap berkeyakinan SBY melakukan intervensi.

"Saya cukup yakin ada intervensi dari SBY kepada KPK untuk tidak mengusut kasus ini. SBY itu munafik. Di depan dia bersikap seperti itu, tapi sebenarnya di belakang dia intervensi KPK," tuding Haris.

Alasannya, menurut Petisi 28 hingga kini belum ada satupun prestasi dari KPK yang berani membongkar korupsi kekuasaan. Kejahatan korupsi generasi lama dari kekuasaan tidak tersentuh hukum, seperti kasus Century, IT KPU, keterlibatan Jhony Allen dalam proyek Pelabuhan Indonesia Timus, dan lainnya.

"KPK seolah berlindung diri di balik kejahatan korupsi dan menjadi bagian di dalamnya," seru Haris.

Tak hanya Nazaruddin, Petisi 28 juga mendesak KPK memanggil Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng. Apalagi, Andi sudah berkali-kali menyatakan kesiapannya dipanggil dan diperiksa KPK.

"Segera manggil Nazaruddin yang diduga terlibat dalam kasus itu. Saya percaya dan yakin Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum dan Eddie."

(fjr/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads