"Memang menjadi kontroversi karena logikanya berbeda dalam membangun gedung. Ada yang karena kebutuhan seperti yang disampaikan Golkar, ada juga karena keinginan punya ruangan baru, atau ngotot karena untuk negosiasi tertentu dengan pengusaha yang berkaitan dengan gedung, itulah yang harus dibongkar," ujar Sekjen Golkar, Idrus Marham, saat dihubungi wartawan, Kamis (19/5/2011).
Idrus menuturkan, Golkar tidak pandang bulu menyangkut masalah ini. Siapa pun kader Golkar di DPR yang tersangkut permainan proyek gedung baru DPR akan kena sanksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wejangan itu diserukan karena Golkar mendukung penuh pembangunan gedung baru DPR. Golkar menilai pembangunan gedung baru DPR adalah jawaban dari keperluan penunjang kinerja DPR.
"Bicara soal gedung, kita ini logikanya realistis. Kita harus realistis bahwa membutuhkan ruangan karena saat ini sudah kurang memadai. Jadi bukan karena keinginan, tetapi karena kebutuhan untuk menunjang kerja," tuturnya.
(van/anw)











































