"Kemasan atraksi bertajuk “Pentas Seni dan Musik” dari berbagai komunitas pada tanggal 28-29 Mei 2011 yang diprakarsai oleh Dinas Pariwisata Propinsi DIY bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman ini diprediksikan bakal menyedot ribuan pengunjung," tutur Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disbudpar Sleman Shavitri Nurmala Dewi dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (17/5/2011).
Pentas Seni dan Musik tersebut akan disentralkan di kawasan Tlogo Putri Kaliurang. Acara ini akan diisi oleh berbagai pertunjukan oleh artis lokal yang membawakan pentas campursari oleh komunitas Campursari Ronggo Laras, Pujangga, Yoben Eling, Kembang Joyo dan Progres. Dan pada malam harinya mulai akan dipentaskan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Semar Mbangun Kayangan” oleh dalang Ki Edi Suwondo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski pada akhirnya status zona berbahaya untuk Kaliurang dicabut secara berangsur, pada 19 November silam kawasan wisata ini tidak serta merta langsung dapat kembali seperti sedia kala. Pasalnya, tidak sedikit inrastruktur di kawasan yang berada di antara sungai Kuning dan Boyong ini yang luluh lantak akibat terjangan lahar dingin dan hujan abu.
(fjr/irw)











































