Demokrat dan KPK Sebaiknya Saling Bantu

Suap di Kemenpora

Demokrat dan KPK Sebaiknya Saling Bantu

- detikNews
Selasa, 17 Mei 2011 01:25 WIB
Demokrat dan KPK Sebaiknya Saling Bantu
Jakarta - Partai Demokrat memilih untuk menunggu sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait keterlibatan dua kadernya Muhammad Nazaruddin dan Angelina Sondakh dalam kasus Sesmenpora. Sikap menunggu Demokrat ini dinilai kurang tepat, karena seharusnya partai berlambang bintang ini terlibat kerja saling bantu dengan KPK.

"Sebenarnya Demokrat, kan, tidak perlu menunggu proses hukum yang berjalan. Bisa berjalan beriringan. Demokrat dapat saling bantu dengan KPK," tutur peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho saat dihubungi detikcom, Selasa (17/5/2011).

Menurut Emerson, sikap Demokrat yang langsung blak-blakan mengusut keterlibatan dua kadernya itu akan membuat partai tersebut menjadi suri teladan bagi partai lain. Di sisi lain, KPK, lanjut Emerson, harus segera mulai memanggil Nazaruddin untuk menanggapi pengakuan dari tersangka Mindo Rosalina Manulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"KPK harus segera panggil sebagai saksi, agar tidak berlarut-larut," terang Emerson.

Dua orang politisi PD yang namanya santer dikaitkan dengan kasus dugaan suap proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 Palembang adalah Nazaruddin dan Angelina Sondakh. Menurut hasil investigasi internal Fraksi PD, tidak ditemukan bukti langsung dua anggota yang bertugas di Komisi X DPR tersebut terlibat.

Pemeriksaan Nazaruddin ini terkait dugaan suap Wisma Atlet di Kemenpora. Mantan pengacara salah satu tersangka, Mindo Rosalina Manulang, yakni Kamarudin Simanjuntak menyebut Nazaruddin adalah atasan Rosa dan terkait dalam kasus itu. Namun baik Mindo dan Nazaruddin sudah membantahnya.

(fjr/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads