9 Petugas Kemenhub Audit 12 Merpati MA60

9 Petugas Kemenhub Audit 12 Merpati MA60

- detikNews
Jumat, 13 Mei 2011 18:39 WIB
9 Petugas Kemenhub Audit 12 Merpati MA60
Jakarta - Kementerian Perhubungan sudah membentuk tim berjumlah 9 orang untuk melakukan investigasi terhadap 12 pesawat milik PT Merpati Nusantara tipe MA60. Tim bertugas untuk mengecek bagaimana sistem pengendalian prosedur dan perawatan pesawat ini.

"Update terbaru dari Merpati, dalam beberapa hari ini sudah dilakukan yang namanya special safety audit, audit terkait dengan pengendalian prosedur perawatan pesawat yang mencakup tentang masalah engineering dan bagaimana Merpati selama ini menjalankan perawatan terhadap armada-armadanya, khususnya MA-60," ujar Kepala Pusat Komunikasi dan Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan, dalam konferensi pers di Kantor Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2011).

Bambang mengatakan, dalam audit ini pesawat akan diteliti secara detail satu persatu. Tim dari Kemenhub sudah disebar ke semua titik di Indonesia yang mengoperasikan pesawat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pesawat akan diteliti secara detail sehingga dapat diketahui apabila ada hal-hal yang perlu diperbaiki. Tim yang terdiri dari 9 orang sudah disebar ke seluruh posisi di mana pesawat MA 60 berada untuk memastikan keselamatan penumpang," jelasnya.

Audit ini akan terus dilakukan sambil menunggu hasil investigasi oleh KNKT. Proses audit kemungkinan akan berlangsung cukup lama.

"Kemungkinan audit ini akan membuat beberapa jadwal pemberangkatan dari Merpati mengalami penundaan karena audit ini memerlukan waktu yang tidak sebentar. Tim Kemenhub terus melakukan pengecekan dan pengontrolan terhadap armada Merpati yang beroperasi dengan jenis yang sama," kata Bambang.

Terkait infrastruktur di bandara Kabupaten Kaimana yang kurang memadai, Bambang membenarkannya. Namun dia yakin, kecelakaan itu bukan karena hanya karena minimnya petunjuk pendaratan di bandara itu.

"Memang saya akui di Kaimana itu salah satu bandara yang instrumen pendaratannya tidak lengkap karena tidak dilengkapi lampu (petunjuk) pendaratan, tapi saya yakin bahwa pilot dari Merpati cukup berpengalaman untuk mengetahui medan di Papua yang cukup sulit," tandasnya.

(lia/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads