"Update terbaru dari Merpati, dalam beberapa hari ini sudah dilakukan yang namanya special safety audit, audit terkait dengan pengendalian prosedur perawatan pesawat yang mencakup tentang masalah engineering dan bagaimana Merpati selama ini menjalankan perawatan terhadap armada-armadanya, khususnya MA-60," ujar Kepala Pusat Komunikasi dan Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan, dalam konferensi pers di Kantor Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2011).
Bambang mengatakan, dalam audit ini pesawat akan diteliti secara detail satu persatu. Tim dari Kemenhub sudah disebar ke semua titik di Indonesia yang mengoperasikan pesawat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Audit ini akan terus dilakukan sambil menunggu hasil investigasi oleh KNKT. Proses audit kemungkinan akan berlangsung cukup lama.
"Kemungkinan audit ini akan membuat beberapa jadwal pemberangkatan dari Merpati mengalami penundaan karena audit ini memerlukan waktu yang tidak sebentar. Tim Kemenhub terus melakukan pengecekan dan pengontrolan terhadap armada Merpati yang beroperasi dengan jenis yang sama," kata Bambang.
Terkait infrastruktur di bandara Kabupaten Kaimana yang kurang memadai, Bambang membenarkannya. Namun dia yakin, kecelakaan itu bukan karena hanya karena minimnya petunjuk pendaratan di bandara itu.
"Memang saya akui di Kaimana itu salah satu bandara yang instrumen pendaratannya tidak lengkap karena tidak dilengkapi lampu (petunjuk) pendaratan, tapi saya yakin bahwa pilot dari Merpati cukup berpengalaman untuk mengetahui medan di Papua yang cukup sulit," tandasnya.
(lia/nrl)











































