Alamat Kantor PT Anak Negeri di Pekanbaru Fiktif

Alamat Kantor PT Anak Negeri di Pekanbaru Fiktif

- detikNews
Jumat, 13 Mei 2011 17:11 WIB
Pekanbaru - PT Anak Negeri, perusahaan yang kini tersangkut kasus suap di Kemenpora, memakai alamat di Pekanbaru. Namun rupanya, alamat tersebut diduga fiktif. Alamat dimaksud hanya rumah kos dan pemilik rumah hanya warga biasa.

Sesuai dengan akta notaris, PT Anak Negeri beralamat di Jl A Yani, Gang Arrida, No 1, RT 2/ RW 3 Kelurahan Tanah Datar, Kecamatan Pekanbaru Kota, Pekanbaru. Posisi rumah bercat putih, berpagar besi ini persis di pinggir gang yang tidak bisa dilintasi mobil.

Rumah tersebut menghadap gang yang berhadapan dengan tembok bangunan untuk hotel. Bagian depan ini ada Apotek Asean. Di rumah ini juga terdapat tulisan di sebelah pintunya, "Menerima Kos Putri".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemilik rumah, Ny Yuslida Wati (50) saat ditemui detikcom, mengaku sama sekali tidak mengenal nama PT Anak Negeri. Dia juga mengaku terkejut bila rumah disebut-sebut sebagai kantor perusahaan.

"Saya juga kaget kalau rumah kami ini disebut sebagai kantor. Sama sekali sejak dulu rumah kami tidak pernah jadi kantor," kata Yuslida.

Yuslida juga merasa terganggu dengan alamat rumahnya yang disebutkan sebagai alamat PT Anak Negeri. Sebab, sudah sering ada surat datang ke alamat rumahnya yang ditujukan ke PT Anak Negeri.

"Surat sering datang atas nama perusahaan itu, dan lupa saya suratnya dari mana saja. Tapi surat itu kita kembalikan ke pengirimnya. Karena rumah kami ini bukanlah kantor," kata Yuslida.

Menurutnya, rumah ini dia tempati sudah lebih dari 50 tahun. Rumah tersebut merupakan milik orangtuanya yang dulunya berasal dari Kabupaten Bengkalis, Riau.

"Kami sama sekali tidak mengetahui soal perusahaan itu," katanya.

Warga di sekitar rumah ini juga mengaku rumah milik Yuslida tidak pernah dijadikan kantor. "Setahu kami dulu rumah itu awalnya panggung dan diperbaiki seperti sekarang ini. Tidak pernah ada kantor di sana. Sebelum tempat kos putri, dulu pernah bagian kamarnya disewakan untuk tempat praktek dokter," ungkap Sahrul warga setempat.

(cha/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini