"Belum lapor karena persiapannya mepet. Tapi kita akan memberitahukan aksi damai ini ke kepolisian. Mungkin nanti sore saya ke Polda Metro," ujar Ketua Panitia acara, Unggun Dahana saat dihubungi detikcom, Kamis (12/5/2011).
Unggun menjelaskan acara pengibaran bendera Israel ini hanya dihadiri 10 orang. Panitia sengaja membatasi peserta karena persiapan acara ini kurang matang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun acara pengibaran bendera ini tidak hanya di Jakarta. Panitia akan menggelar acara yang sama di beberapa daerah di Bandung, Yogyakarta, Solo, dan Surabaya. Untuk di kota-kota selain Jakarta akan digelar acara besar-besaran.
"Kalau yang daerah lain mungkin agak besar-besaran. Kalau Jakarta simbolis saja," ungkapnya.
Menurut Unggun, acara nantinya akan digelar di satu tempat saja. Namun hingga kini Unggun masih belum mendapatkan tempat yang pas untuk acara perayaan kemerdekaan Israel tersebut.
"Bukan konvoi. Begitu dikibarkan (bendera Israel) dengan doa untuk perdamaian dunia. Kemudian kita turunkan lagi. Sudah selesai," ujarnya.
Unggun mengaku tidak mengundang tokoh-tokoh Indonesia. Unggun khawatir hal ini menimbulkan kontroversial. Unggun pun sudah mempersiapkan jika memang ada kelompok-kelompok yang tidak setuju dengan acara ini.
"Teman-teman juga khawatir. Apalagi mereka awam. Tapi saya akan menghargai. Saya lakukan aksi damai. Saya anti kekerasan," katanya.
Unggun juga mengatakan, akan tetap menyelenggarakan acara ini jika nanti ada imbauan agar tidak dilaksanakan. "Ya kalau ada imbauan misalnya dari kepolisian, saya tidak mengurunkan niat. Tapi saya menghargai imbauan itu. Misalnya mengubah tempat atau susunan acaranya," tandasnya.
(gus/fay)










































