"Kalau disebut guru-guru Al Zaytun terkait NII, perlu proses lain yakni pembuktian," ujar Suryadharma dalam jumpa pers, usai mengunjungi Al Zaytun di Indramayu Jabar, Rabu (11/5/2011).
Suryadharma menilai penggantian pimpinan dan pengurus Al Zaytun tidak bisa serta merta dilakukan hanya berdasar tudingan semata. "Kalau mau mengganti apa tidak perlu ada proses," imbuh Surya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jauh dari kesan radikal. Saya lihat di sini ada merah putih, ada lagu kebangsaan (Indonesia raya) tidak ada fanatisme sempit," ucapnya.
(vta/ndr)










































