"Fasilitas IT di DPR ini memang kesannya mewah, tapi apakah itu diperlukan? Fasilitas ini canggih, tapi perlu direformasi, perlu dibongkar, mungkin bisa memadukan angka dengan fasilitas yang dibeli," ujar anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat (PD), Roy Suryo, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/5/2011).
Roy merasa tak nyaman karena akibat lemahnya kerja Setjen, akhirnya DPR yang disalahkan. Ia mempertanyakan pertanggungjawaban Setjen DPR kepada rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun mendukung jika ada LSM yang hendak membongkar permainan ini. Karena menyangkut anggaran yang tidak sedikit.
"Saya mendukung bahkan bersedia selaku orang yang menjadi testimoni terhadap temuan Mas Roy Salam dan ICW yang kemarin cerita ada ketidakberesan proyek IT di DPR," katanya.
Ia lalu menyebutkan sejumlah proyek yang kandas di DPR. Proyek IT yang memakan biaya besar tak semuanya membawa manfaat bagi DPR.
"Ada proyek namanya go mobile, internet DPR yang bisa diakses dari luar tapi sampai hari ini belum beres. Ada proyek komputerisasi di DPR dari 11 tahun yang lalu sampai terakhir pembelian komputer yang tidak sepenuhnya berguna. Kecarut-marutan IT di DPR harus dibongkar. Sekjen tidak boleh lepas tangan. Ada pengadaan. IT sampai Rp 9,4 miliar, dan perawatan setahun lebih dari Rp 1 miliar itu harus dibongkar," jelasnya.
(van/gun)











































