Nilai UAN Disunat, Gagal Masuk STAN karena
Rabu, 16 Jun 2004 16:02 WIB
Jakarta - Ketika hendak digelar, Ujian Akhir Nasional (UAN) bikin stres orangtua/walimurid, siswa dan para guru. Tapi ketika diumumkan hasilnya, stres itu tak juga hilang, malah tambah.Bagaimana tidak? Setelah belajar ekstrakeras agar lulus UAN dengan nilai oke, eh, malah Depdiknas memperlakukan kebijakan penyunatan nilai alias konversi bagi siswa yang mengerjakan dengan benar lebih separo soal ujian. Yang mengerjakan secara benar kurang dari separo, malah diberi kenaikan nilai.Kisah sedih ini disampaikan oleh Esti Budiwati, seorang ibu yang putranya belajar siang malam agar mendapatkan hasil UAN di atas 7 agar bisa masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Tapi, apes benar, nilainya dikonversi menjadi lebih rendah. Cita-cita itu pun terjungkal."Anak kami merupakan siswa sekolah di SMU unggulan DKI. Agar mendapatkan nilai hasil ujian yang bagus dengan harapan bisa ikut testing ujian masuk STAN, menjelang ujian (UAN) dan setiap hari sepulang ujian setelah beristirahat sejenak, anak tersebut langsung belajar sampai larut malam, sampai sekitar jam 11-12 malam," cerita Esti pada detikcom."Tibalah hari pengumuman hasil UAN. Kami kecewa karena walaupun lulus, nilai rata-rata UAN-nya tidak mencapai 7. Lebih-lebih lagi setelah membaca berita di Kompas edisi 15 Juni 2004 tentang adanya konversi nilai UAN yang merupakan pembodohan terhadap siswa yang pintar," sambung Esti."Dari tabel konversi yang ada di media Kompas ini, bila tanpa konversi, untuk anak kami, nilai masing-masing pelajaran yang di-UAN-kan adalah di atas 7. Sedangkan STAN mensyaratkan pendaftaran ujian masuk nilai minimal 7 tanpa pembulatan," papar Esti.Esti kecewa dengan sikap Mendiknas yang tidak tahu menahu soal konversi hasil UAN. "Mengapa Diknas bisa melakukan tindakan yang tidak masuk akal dan bodoh seperti ini? Lha itu menterinya kok bisa sampai nggak tahu apa yang terjadi pada lembaga yang dipimpinnya? Apa tidak memikirkan dampak kerugiannya terhadap anak-anak yang telah belajar mati-matian seperti ini?" demikian keluhan Esti.Pembaca detikcom bernama Nazirman menanyakan apakah hasil UAN yang telah terkonversi itu bisa dikoreksi. Misalnya untuk siswa yang nilainya setelah dikonversi menjadi 6,9, yang faktanya nilainya lebih tinggi dari itu. "Kasihan jika mereka tidak bisa masuk Akmil atau STAN," sesal Nazirman.Dalam tabel konversi untuk pelajaran Matematika yang ada 40 soal, pelajar yang meraih angka 7,0 jika dikonversi nilainya melorot menjadi 6,06. Yang meraih 7,25, disunat jadi 6,21. Yang mendapat 7,50 menjadi 6,37. Lalu 7,75 menjadi 6,55; 7,99 melorot jadi 6,75, dll. Sedangkan yang yang nilainya di bawah 5, meroket.
(nrl/)











































