CVR Black Box MA 60 Merpati Jatuh Berhasil Diangkat

CVR Black Box MA 60 Merpati Jatuh Berhasil Diangkat

- detikNews
Senin, 09 Mei 2011 19:33 WIB
CVR Black Box MA 60 Merpati Jatuh Berhasil Diangkat
Jakarta - Flight data record (FDR), bagian dari black box alias kotak hitam, pesawat MA 60 milik Merpati yang jatuh di Teluk Kaimana, Papua, telah ditemukan kemarin sore. Nah, sore ini giliran cockpit voice recorder (CVR), bagian black box lainnya, yang diangkat dari laut.

"CVR telah diangkat sore tadi," kata Ketua Subkomite Udara Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Masruri dalam pesan singkat kepada detikcom, Senin (9/5/2011) malam.

Namun Masruri tidak mendapat detail laporan pukul berapa alat tersebut diangkat. Dia juga belum tahu pasti kapan CVR itu dibawa ke Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami belum dapat informasi detail," imbuhnya.

FDR akan dikirim ke pabrik pembuatnya di China. KNKT tidak bisa membaca FDR MA 60 karena terkendala software yang tidak sesuai. Meski demikian, KNKT bisa membaca CVR.

Pagi tadi, saat dihubungi detikcom, Ketua KNKT Tatang Kurniadi mengatakan, jika peralatan yang dimiliki China lengkap, maka dalam seminggu, data yang ada dalam FDR akan selesai terbaca. Tatang mengingatkan, FDR bukan untuk konsumsi publik namun untuk kepentingan investigasi.

"Ingat ya, ini bukan untuk publik, tapi untuk investigator. Ini untuk keperluan penyelidikan," imbuh Tatang.

Masruri menyatakan, waktu pembacaan FDR tergantung pada kondisi barangnya. "Jika rusak, harus diperbaiki. Dan jika kerusakan parah harus dikirim ke pabriknya," ujar Masruri melalui pesan singkatnya. Sayang, Masruri tidak merinci bagaimana kondisi kotak hitam yang telah ditemukan tersebut.

Dari Wikipedia, FDR dikenal pula sebagai accident data recorder (ADR). Alat ini populer disebut dengan black box. Ini merupakan perangkat elektronik yang digunakan untuk merekam berbagai instruksi yang dikirim ke sistem elektronik di pesawat.

Bentuk lain dari data penerbangan adalah cockpit voice recorder (CVR), yang merekam
percakapan di kokpit, komunikasi radio antara awak kokpit dan lain. Ada beberapa alat yang telah menggabungkan dua fungsi ini.

Data yang disimpan oleh FDR digunakan untuk investigasi kecelakaan, menganalisa isu-isu keselamatan udara, dan mengetahui kinerja mesin. Karena penting untuk menyelidiki kecelakaan, maka perangkat ini diatur International Civil Aviation Organization (ICAO).

Alat ini didesain agar kuat dan tahan api, serta biasa ditaruh di bagian ekor pesawat yang relatif aman. Selain itu, alat ini dibuat dengan warna cerah yakni oranye agar mudah ditemukan ketika dicari di reruntuhan pesawat yang mengalami kecelakaan. Berbagai ketentuan ini diatur karena black box adalah faktor penting untuk menganalisa kecelakaan maupun insiden.

(vit/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads