Isu Kasus Kemenpora Merebak, Demokrat Tak Lagi Minta Uang ke Bendahara

Isu Kasus Kemenpora Merebak, Demokrat Tak Lagi Minta Uang ke Bendahara

- detikNews
Senin, 09 Mei 2011 12:02 WIB
Jakarta - Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin sudah membantah terlibat kasus dugaan suap di Kemenpora. Namun itu tidak serta merta meng-clear-kan keterlibatannya. Partai Demokrat masih menunggu klarifikasi KPK. Juga untuk sementara Demokrat tidak meminta dana partai dari Nazaruddin.

"Sesungguhnya sudah lama kita tidak pernah meminta uang pada bendahara, ini agar hati-hati," kata anggota Dewan Pembina PD Ahmad Mubarok saat dikonfirmasi detikcom, Senin (9/5/2011).

Mubarok menambahkan, sikap kehati-hatian partainya bukan tanpa alasan, dia tidak ingin isu mencurigakan yang menyambar bendahara partainya menyeret sumber pendanaan Demokrat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita harus hati-hati, kita tidak mau uang yang tidak jelas membiayai partai," terangnya.

Untuk sementara urusan keuangan partai dipegang oleh pengurus lain seperti wakil bendahara dan fungsionaris partai lainnya.

"Sejak isu berkembang langkah ini kita lakukan agar tidak membebani, ya ini sudah beberapa lama," jelasnya.

Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam, Manager Marketing PT Duta Graha Indah M El Idris, dan Mindi Rosalina Manulang ditangkap KPK pada pertengahan April lalu di Kemenpora. KPK menemukan cek Rp 3,2 miliar sebagai bukti dugaan suap untuk Wafid dari PT DGI. Pemberian uang diduga sebagai fee untuk proyek pembangunan Wisma Atlet Sea Games di Palembang.

Dalam pengembangan kasus, Rosa mengaku sebagai orang suruhan Nazaruddin. Berkali-kali hal itu disampaikan mantan pengacaranya, Kamarudin Simanjuntak. Bahkan Nazaruddin mendapat bagian Rp 25 miliar. Nazaruddin membantah tudingan itu.

(ndr/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini