Ical Pertanyakan Hilangnya Pendidikan Pancasila di Sekolah

Ical Pertanyakan Hilangnya Pendidikan Pancasila di Sekolah

- detikNews
Sabtu, 07 Mei 2011 23:19 WIB
Ical Pertanyakan Hilangnya Pendidikan Pancasila di Sekolah
Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mempertanyakan hilangnya pendidikan Pancasila di sekolah-sekolah. Menurutnya, pendidikan mengenai Pancasila adalah salah satu metode menanamkan nilai-nilai nasionalisme sekaligus mencegah tersebarnya doktrin separatisme serta radikalisme.

"Saya mempertanyakan kenapa pendidikan Pancasila hilang di dunia pendidikan," kata Aburizal dalam pelantikan Gerakan Muda (Gema) Musyawarah Kekeluargaan dan Gotong Royong (MKGR) di Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto, Jakarta Sabtu (7/5/2011).

Menurut Ical, sapaan akrab Aburizal, dirinya sempat mempertanyakan alasan hilangnya pendidikan dasar negara itu langsung kepada wakil Partai Golkar di DPR yang duduk di komisi pendidikan. "Saya tanya langsung ke Pak Rully (Rully Chairul Azwar, Wakil Ketua Komisi X, red)," kata Ical.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kala itu lanjut Ical, Rully mengatakan bahwa pendidikan Pancasila tetap ada, namun menjadi bagian dari pendidikan Kewarganegaraan. Ical menyatakan, pendidikan Pancasila seharusnya tetap ada sebagai kurikulum wajib.

"Pendidikan Pancasila tidak bisa dikerdilkan di satu bagian," tegasnya.
Β 
Ical menegaskan kalau Pancasila adalah jati diri bangsa. Pancasila dirumuskan oleh para pendiri bangsa melalui pemikiran yang mendalam. Posisi Gema MKGR yang diisi para pemuda bangsa harus menjadi yang terdepan untuk mempertahankan Pancasila.

"MKGR harus menolak pengkerdilan Pancasila," seru Ical.

Sebelumnya dia banyak menyinggung isu gerakan separatisme NII yang disinyalir masih aktif. "Jika ada gerakan NII yang berkehendak mendirikan negara di dalam negara, itu harus ditolak. Indonesia adalah negara kesatuan, itu sudah final. Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika adalah ideologi yang harus dipertahankan," tegas Ical.

Ketua Umum MKGR Priyo Budi Santoso juga menyatakan keprihatinan yang sama. Indonesia mengalami degradasi nasionalisme dan rawan disusupi oleh faham-faham yang bertentangan dengan Pancasila. "Saat ini radikalisme menjamur, termasuk pandangan agama yang sempit," kata Priyo.

Dalam acara tersebut, Priyo secara resmi melantik Fahd Arafiq sebagai Ketua Umum Gema MKGR periode 2010-2015. Duduk sebagai Sekjen Gema MKGR adalah Dendi.

(did/lh)


Berita Terkait