KTT ASEAN Diminta Perhatikan Nasib Pekerja Migran

KTT ASEAN Diminta Perhatikan Nasib Pekerja Migran

- detikNews
Jumat, 06 Mei 2011 04:14 WIB
Jakarta - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN diharapkan dapat lebih memperhatikan nasib pekerja lintas negara (buruh migran). Caranya dengan membahas dan mendorong negara-negara ASEAN meratifikasi konvensi internasional tentang perlindungan buruh migran.

"Sangat diharapkan KTT ASEAN bukan sekedar ritual seremonial semata tetapi upaya lebih serius untuk memperhatikan nasib buruh migran, mencari jalan penyelesaian agar pelanggaran tidak terus terjadi dan berlarut-larut," kata Ketua Komisi Hukum Nasional, J.E Sahetapy, dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (5/5/2011).

"Caranya dengan mendorong negara ASEAN meratifikasi konvensi internasional yang berkaitan dengan perlindungan buruh migran," tandas Sahetapy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut catatan KHN, terdapat 6,5 juta buruh migran asal Indonesia. Dari jumlah itu, hampir separuhnya menjadi korban perdagangan manusia. Masih dari jumlah 6,5 juta buruh migran itu, 69 persen diantaranya adalah perempuan dan separuhnya adalan anak-anak.

"Pelanggaran terhadap buruh migran bukanlah faktor kebetulan. Tetapi karena negara mempunyai masalah. Sudah saatnya membangun mekanisme arbitrase penyelesaian sengketa buruh migran," tandas Sahetapy.

Rencananya KTT ASEAN akan dilaksanakan 7-8 Mei. Pimpinan tertinggi negara-negara ASEAN akan hadir di Jakarta Convention Center dalam rangkaian puncak KTT ASEAN.

(Ari/lrn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads