Demikian disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bali Anak Agung Alit Sastrawan dalam jumpa pers di Humas Pemprov Bali, Jl Basuki Rahmat, Denpasar, Kamis (5/5/2011).
"Persaingan destinasi pariwisata di dunia ditentukan oleh masalah lingkungan. Destinasi yang tidak mengelola lingkungan akan terpuruk. Jika tak bisa mengelola sampah, maka Bali akan mengalami kerugian secara ekonomi dan non ekonomi," kata Sastrawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampah yang dihasilkan Bali lebih banyak berupa sampah organik, yaitu mencapai 70 persen dan sampah non organik mencapai 30 persen.
"Ini yang mengkhawatirkan kita. Sampah akan mengganggu nilai sosial, budaya dan ekonomi atau pariwisata," Sastrawan.
(gds/fay)











































