"Iya ada yang komplain karena salah paham, bahkan ada yang nyebut media center kok seperti tenda sunatan. Tapi mana yang disunatnya?" ujar Tifatul saat mengunjungi Media Center di kawasan Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (5/5/2011).
Tifatul mengaku keluhan beberapa wartawan telah ia terima baik melalui pesan singkat
maupun di jejaring sosial. Tifatul pun segera meminta meminta maaf atas ketidakyamanan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, media center yang saat ini digunakan daya tampungnya memang hanya untuk 300 orang. Namun ternyata hingga saat ini sudah 586 wartawan dari 166 media teregistrasi untuk meliput kegiatan KTT ASEAN ini.
"Tempat ini yang memberikan Setneg, kita juga tidak tahu kenapa di tempatkan di sini,
dan sebesar ini," jelasnya.
Beberapa wartawan pun segera menyampaikan unek-uneknya kepada Tifatul, salah seorang wartawan televisi dari Jepang, mengeluhkan sulitnya mendapatkan ID KTT ASEAN. Bahkan saat ID sudah jadi, pengambilannya pun kembali dipersulit karena harus menyerahkan surat kuasa.
"Di sini juga tidak tempat bagi media televisi untuk menyimpan perlengkapan kami yang harganya ribuan dollar, padahal dulu biasanya ada. Di sini banyak orang lalu lalang, tapi tidak ada tempat penyimpanan peralatan," keluhnya.
Menanggapi itu semua, Tifatul berjanji akan segera memperbaiki pelayanan di media center. Tifatul juga akan menampung semua keluhan dari wartawan selama pelaksanaan KTT.
"Terima kasih atas kritiknya, nanti semua amsukan akan kami pelajari. Nantinya di meja sana saya akan sediakan satu orang yang khusus untuk keluhan," jawab Tifatul.
(her/nwk)











































