Duh! Kapal Perang AS Senggol Kapal Pesiar di Bali

Duh! Kapal Perang AS Senggol Kapal Pesiar di Bali

- detikNews
Selasa, 03 Mei 2011 16:24 WIB
Duh! Kapal Perang AS Senggol Kapal Pesiar di Bali
Denpasar - Mobil senggolan, itu biasa. Bagaimana kalau kapal perang AS USS Guardian yang menyenggol kapal pesiar Bremen di Pelabuhan Benoa, Denpasar? Kapal pesiar asal Jerman itu lecet-lecet akibat kejadian ini.

Senggolan kapal perang AS dengan kapal pesiar di Pelabuhan Benoa, Denpasar, ini terjadi pukul 08.20 Wita, Selasa (3/5/2011)

USS Guardian ini awalnya hendak bersandar di Pelabuhan Benoa. Sedangkan kapal pesiar Bremen yang berpenumpang 180 wisawatan sudah lebih dahulu bersandar. Beberapa penumpangnya telah turun dan sebagian masih berada di dalam kapal pesiar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kapal itu mau bersandar. Tapi mesin masih hidup sehingga terjadi peristiwa itu. Tapi hanya senggolan sehingga kapal cruise mengalami sedikit baret," kata General Manager Pelindo III Benoa Iwan Sabatini melalui telepon, Selasa (3/5/2011).

Senggolan terjadi karena jarak antara kapal pesiar dengan kapal perang sangat dekat saat berupaya bersandar. Hal ini disebabkan terbatasnya panjang dermaga timur Pelabuhan Benoa.

"Harusnya kapal itu saat bersandar mesin harus mati, yang bertugas menggerakkan kapal adalah pemandu," kata Iwan.

Senggolan kapal perang AS dengan kapal pesiar Bremen, menurut Komandan Pangkalan Angkatan Laut Benoa, Denpasar Kolonel Pelaut Wayan Suarjaya, terjadi karena ruang gerak kapal yang terbatas karena sempitnya dermaga.

"Mau merapat dermaga sempit dan ruang gerak terbatas sehingga bersentuhan," kata Suarjaya.

Untungnya, senggolan itu pun tak merusak kapal pesiar. "Tidak sampai rusak hanya lecet saja," kata Suarjaya.

Kapal perang USS Guardian yang dinahkodai oleh Mayor Kenneth Brown singgah di Bali untuk bekerjasama mempromosikan Kota Denpasar di Amerika. Kapal itu berbobot 1.345 ton, lebar 5,3 meter dan panjang 67,2 meter. Para awak USS Guardian juga berkunjung ke sekolah-sekolah untuk memperkenalkan dunia maritim.


(gds/fay)


Berita Terkait