"Waspadalah. Koordinasi terus dengan Babinsa dan Kamtibnas. Kalau ada yang aneh-aneh tolong segera dilaporkan," kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika di sela-sela 'Penyampaian Program Prioritas Provinsi Bali' di Art Center, Jl Nusa Indah, Denpasar, Selasa (3/5/2011).
Permintaan agar Bali meningkatkan kewaspadaan tersebut disampaikan Pastika kepada seluruh Kepala Desa dan Camat se-Bali. Pastika mengingatkan aparat desa untuk waspada dengan banyaknya penduduk pendatang yang datang ke Bali. Aksi pengeboman tahun 2002 pernah dilakukan Amrozi cs, dengan merakit bom di kost Denpasar.
"Lebih dari 300 ribu orang yang datang ke Bali. Itu yang punya KTP. Belum lagi yang tidak punya KTP. Oleh karena itu saya minta waspada," katanya.
Peningkatan kewaspadaan itu, menurut Pastika untuk mendeteksi aksi terorisme. "Jadi intinya ekstra hati-hati. Itu namanya deteksi dini dan peringatan dini," kata Pastika.
Pariwisata Bali juga perlu mendapatkan pengamanan sehingga wisatawan nyaman dan aman berlibur ke Bali. "Pasti wisatawan diamankan. Tidak hanya turis Amerika, tetapi seluruh wisatawan yang datang ke Bali," kata Pastika.
(gds/fay)











































