"Ya pasti kita trauma. Dalam arti, kita tidak ingin kebingungan. Tapi ini ancaman serius. Apalagi mereka sempat masuk ke jaringan Muhammadiyah," ujar Ketua Harian Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta Arisman Muchtar di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (2/5/2011).
Menurut Arisman, Muhammadiyah umumnya dikenal jaringan yang kuat untuk membentengi akidah bagi kadernya. Namun ternyata tetap ada juga kadernya menjadi korban NII KW 9.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arisman menambahkan, bagi kader Muhammadiyah yang menjadi korban NII KW 9 dan akan kembali ke jalan yang benar, maka akan dilakukan pemulihan. Pemulihan berupa mengucapkan dua kalimat syahadat.
"Cukup diarahkan mengucapkan syahadat. Kalau dibai'at akan membatalkan syahadat yang dahulu. Karena doktrin mereka mengkufurkan yang lain," kata Arisman.
Sembilan mahasiswa UMM hilang sejak 19 Maret 2011. Mereka diduga menjadi korban pencucian otak NII KW 9.
(nik/vit)











































