IPB Yakin Tak Akan Ada Eksekusi Paksa Terkait Susu Berbakteri

IPB Yakin Tak Akan Ada Eksekusi Paksa Terkait Susu Berbakteri

- detikNews
Sabtu, 30 Apr 2011 02:15 WIB
IPB Yakin Tak Akan Ada Eksekusi Paksa Terkait Susu Berbakteri
Jakarta -
Pihak Institut Pertanian Bogor (IPB) masih enggan menyebutkan nama-nama susu formula berbakteri Enterobaceter Sakazaki. Walau melawan putusan pengadilan, namun pihak IPB yakin aparat hukum tidak akan melakukan eksekusi paksa untuk menyita hasil penelitian IPB.

"InsyaAllah. Kita akan menunjukan pendapat ilmiah untuk melansir hasil penelitian," ujar rektor IPB Herry Suhardiyanto di Kantor Kemdiknas, Jl Sudirman, Jakarta, Jumat (29/4/2011) malam.

Herry meyakini tindakan IPB untuk tetap menutup hasil penelitian soal susu berbakteri itu sudah benar. Pihaknya mengaku tidak ingin melawan hukum, namun hukum juga jangan menghambat ilmu pengetahuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apa yang dilakukan IPB sudah benar," jelasnya.

Herry pun menyerahkan sepenuhnya kasus ini pada kuasa hukumnya. "Kita sudah menunjuk kuasa hukum. Lebih pas kalau dia yang berbicara," elaknya.

Polemik ini bermula ketika para peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan adanya kontaminasi Enterobacter Sakazakii sebesar 22,73 persen dari 22 sampel susu formula yang beredar tahun 2003 hingga 2006. Hasil riset itu dilansir Februari 2008. Namun, IPB tidak bersedia menyebutkan merek susu yang dimaksud.

Orangtua dari anak-anak yang menggunakan susu formula, David Tobing melayangkan gugatan ke PN Jakpus. David yang juga pengacara publik ini meminta Menkes, IPB dan BPOM membuka nama merek susu formula tersebut. PN Jakarta Pusat mengabulkan permohonan David. Mahkamah Agung (MA) pun menolak kasasi Menkes cs. MA memerintahkan Menkes cs mengumumkan ke publik nama-nama merek susu formula berbakteri tersebut. Namun nama-nama susu tersebut tidak kunjung diumumkan.

(rdf/van)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini