Sejumlah kunjungan DPR ke luar negeri bahkan bisa dibilang salah kaprah. Sebut saja kunjungan Komisi X DPR ke Spanyol, padahal saat ini parlemen di negeri matador itu tengah reses. Anggota DPR pun ketahuan hanya menggelar pertemuan dengan segelintir WNI saja di sana.
Setali tiga uang, Komisi VIII DPR menyusul berkunjung ke Australia. Berangkat Selasa (26/4) sore dari Bandara Soekarno-Hatta, rombongan dipimpin Ketua Komisi VIII DPR Abdul Kadir Karding. Mereka juga tergolong tahan kritik, penolakan yang dilontarkan pelajar Indonesia di Australia tak didengar sama sekali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Komisi I, kita ada kunjungan ke Amerika tapi karena di sana sedang reses juga kami tunda awal Mei nanti," ujar anggota Komisi I DPR dari FPAN, Teguh Juwarno, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/4/2011).
Komisi I, menurut Teguh, menimbang efektivitas agenda di negeri paman Sam. Langkah ini jauh berbeda dengan Komisi VIII dan X DPR yang tetap berangkat di tengah reses.
"Dari Hillary Clinton dan Pentagon belum memberikan kesiapan, jadi kita tidak paksakan," tuturnya.
Namun demikian, sejatinyau kunjungan DPR selama reses ke luar negeri tak dapat dibenarkan. Karena masa reses DPR adalah masa bagi anggota DPR untuk mendengarkan aspirasi rakyat di daerah. Teguh berharap kelak ada evaluasi menyangkut jadwal kunjungan kerja DPR ke luar negeri.
"Musim reses tidak untuk ramai keluar negeri. Kita kunjungan ke dapil saja karena tugas kita menampung aspirasi rakyat," cetusnya.
(van/ndr)











































