Tim Sukses Wiranto-Solah Sumsel Mengaku Minim Dana
Jumat, 11 Jun 2004 22:49 WIB
Jakarta - Tim sukses capres dan cawapres di Sumatera Selatan yang mengaku memiliki dana minim bukan hanya tim Amien-Siswono. Tim sukses kampanye Wiranto-Solahudin Wahid juga mengaku memiliki dana minim. Mereka pun akan menggalang dana dari para caleg. "Saya memang berbicara hari ini kalau dana kami dari pusat memang masih minim. Tapi untuk kampanye memang masih dikatakan cukup, meski tidak melimpah," kata Ketua DPD Partai Golkar, Zamzami Achmad, kepada pers di Palembang, Jumat (11/6/2004).Lantaran itulah, sebagai solusi, Zamzami mengungkapkan Partai Golkar akan mengumpulkan para caleg-caleg jadi untuk mengalang dukungan dana dan logistik lainnya sebagai sumbangan dari daerah. "Karena bagaimana pun para caleg jadi ini adalah jurkam yang akan turun," katanya. Sedangkan mengenai keterlambatan tim kampanye Wiranto-Gus Sholah dalam berkampanye jika dibandingkan beberapa caleg lain, Zamzami mengungkapkan, hal ini lantaran pasca pemilu legislatif ada konvensi Golkar serta deklarasi koalisi dengan PKB. "Membutuhkan waktu persiapan teknisnya," katanya. Terancam Dipecat.Para kader Partai Golkar dan PKB di Sumsel yang namanya masuk dalam dua tim sukses kampanye pasangan capres dan cawapres berbeda, berharap-harap cemas. Apabila terbukti dari daftar tim sukses yang didaftarkan di KPU mereka pun terancam dipecat dari partai. Seperti dikatakan Ketua DPD Partai Golkar Sumsel Zamzami Ahcmad, kalau memang ada nama tim kampanye Wiranto-Solah yang juga bergabung dengan tim kampanye lain, maka tidak ada jalan lain selain pemecatan. "Memang sebelumnya akan kita lakukan klarifikasi terlebih dulu. Namun, kalau memang kita menemukan namanya ganda, maka akan dicoret dari tim kampanye kita," kata Zamzami kepada pers. Hanya, kata Zamzami, sampai saat ini belum ada nama-nama yang dicoret. Tapi dari penelusuran yang dilakukan oleh Partai Golkar, terdapat 4 nama yang juga terdaftar dalam tim kampanye lain. "Memang sudah ada empat nama ganda atau bergabung dengan tim lain yang kita temukan. Saat ini kita akan bertanya dulu kepada yang bersangkutan apakah dukungan ini bersifat pribadi atau membawa lembaga," kata Zamzami yang enggan menyebutkan keempat nama tersebut. Namun, dari catatan pers, ke-4 nama itu ada yang bergabung dengan tim kampanye Mega-Hasyim, dan tim kampanye SBY-Kalla. Hal yang sama juga akan dilakukan DPW PKB Sumsel terhadap kadernya yang mbalelo dan mendukung calon lain. "Kalau memang bertentangan dengan partai, sesuai instruksi pusat, maka kader yang bersangkutan akan kita pecat," kata Ketua DPW PKB Amiruddin Nahrawi, kepada pers di Palembang. Sampai saat ini, menurut Amiruddin, sudah ada satu caleg jadi dari PKB tingkat kabupaten atau kota yang bergabung dengan tim lain, bahkan sudah mengerahkan massa. "Untuk yang satu ini memang masih akan kita rapatkan dulu. Namun, kalau memang terbukti mbalelo, maka yang bersangkutan akan segera kita pecat," kata Amir yang belum mau menyebutkan nama kader partainya itu.
(jon/)











































