Panwaslu Waspadai Money Politic Saat Masa Tenang

Panwaslu Waspadai Money Politic Saat Masa Tenang

- detikNews
Jumat, 11 Jun 2004 20:21 WIB
Jakarta - Panwaslu menilai pada masa tenang pemilu pilpres mendatang rawan terjadi money politic. Bahkan diperkirakan politik uang akan menjadi-jadi."Nanti waktu hari tenang tim sukses dan aktivis parpol diprediksi akan berkeliaran. Kalau ada putaran kedua, mereka akan habis-habisan melakukan money politic. Kita akan waspadai masa tenang pemilu persiden nanti,"Pernyataan ini disampaikan anggota Panwaslu Didik Supriyanto kepada wartawan usai diskusi di Hotel Sari Pan Pasific, Jalan MH Thamrin, Jakarta (11/6/2004).Lebih lanjut, Didik menyatakan keberadaan hari tenang merupakan warisan orde baru yang seharusnya tak boleh diikuti. "Di mana-mana pemilu tak ada hari tenang. Tetapi di kita ada. Itu dulu warisan orde baru yang tujuannya memenangkan Golkar. Tapi sekarang masih dipakai," kata Didik.Mengenai pembatasan dana kampanye capres dan cawapres, Didik menilai tidak efektif. Hal ini antara lain disebabkan ketentuan pembatasan dana kampanye sangat mudah diakali. "Memang problem diperundang-undangan yang tidak serius mengakomodir transparansi. Yang lubangnya masih banyak sekali. Antara lain yang menyebabkan pembatasan tidak efektif, rekening dan pembukuan kampanye tak dapat diakses KPU dan panwaslu. Prosedur pemeriksaan laporan dana kampanye pemilu legislatif dinilai terlalu lama, sehingga ada peluang direkayasa".Sedangkan prosedur pemeriksan dana kampanye pemilu presiden yaitu 15 hari dinilai terlalu pendek sehingga memaksa dilakukan rekayasa.Panwaslu sendiri menurut Didik dalam melakukan pengawasan politik uang pilpres 2004 menfokuskan diri pada pembelian suara di level bawah."Itu yang kita maksimalkan. Karena untuk mengurus aliran dana nyaris Panwas tak punya gigi. Maka untuk efektifitas, menegakkan aturan main difokuskan pembelian suara di level bawah yang peluang sangat besar," tambah Didik. (jon/)


Berita Terkait