Seorang Pria Misterius Bikin Warga Pondok Kopi Khawatir

Bom Buku

Seorang Pria Misterius Bikin Warga Pondok Kopi Khawatir

- detikNews
Minggu, 24 Apr 2011 13:24 WIB
Seorang Pria Misterius Bikin Warga Pondok Kopi Khawatir
Jakarta - "Katanya tukang burger ditangkap ya?" tanya seorang pria yang tidak diketahui jelas identitasnya kepada warga Pondok Kopi, Jakarta Timur. Keberadaan orang itu membuat warga khawatir.

Cerita itu disampaikan Wiwin, yang tinggal di sebelah rumah kontrakan Kasum atau Asum. Untuk diketahui, Kasum bersama dua orang lainnya ditangkap polisi di rumah kontrakan no 72, Rawadas RT 1 RW 3 Duren Sawit, Pondok Kopi, Jakarta Timur, pada Kamis (21/4) lalu, dengan tuduhan terlibat bom buku.

Wiwin menjelaskan, ketika pedagang burger mulai menempati kontrakan Kasum, pria misterius itu sering dilihat warga. Kepada warga, si pedagang burger mengatakan bahwa pria misterius tersebut adalah abangnya. Pria itu juga beberapa kali datang ke rumah kontrakan Kasum, sehingga warga sekitar tidak asing dengan wajah pria itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia datang di hari penggerebekan, sekitar pukul 16-17.00 WIB. Tapi dia hanya berdiri di jalan," imbuh perempuan 28 tahun itu.

Jarak jalan raya dengan rumah kontrakan Kasum sekitar 1 meter. Pria itu hanya mengamati rumah sempit Kasum tanpa mendekati. Ketika tiba-tiba menanyakan kepada ibu-ibu sekitar tentang kebenaran penangkapan pedagang burger, para ibu pun terkejut.

"Kita kaget, kita pikir dia salah satu dari 5 orang yang ditangkap. Rupanya dia masih berkeliaran. Waktu itu nggak ada yang jawab pertanyaan dia, tapi akhirnya saya nyeletuk, 'iya ditangkap pukul 05.00 WIB'," tutur Wiwin.

Pria itu tidak bertanya apa-apa lagi, dan kemudian pergi meninggalkan lokasi. Menurut Wiwin, pria tersebut penampilannya sama seperti Kasum cs.

"Orangnya ya sama saja kayak tukang bubur sama tukang burger itu. Nggak jenggotan, nggak pakai peci. Biasa saja," imbuhnya.

Umur pria itu kira-kira 30 tahun. Wiwin pun sudah melaporkan kepada polisi perihal keberadaan pria tersebut. Warga khawatir pria itu bagian dari komplotan teroris.


(vit/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini