Polri Anggap Info JI Mau Bunuh Diplomat Sebagai Warning

Polri Anggap Info JI Mau Bunuh Diplomat Sebagai Warning

- detikNews
Jumat, 11 Jun 2004 14:41 WIB
Jakarta - Informasi Jamaah Islamiyah (JI) akan membunuh diplomat barat di Indonesia dianggap Polri sebagai warning untuk mengambil langkah antisipasi.Sumber koran The Wall Street Journal yang dikutip koran-koran Australia menyebutkan, ada kelompok JI yang menyusup dari Pulau Mindanao melalui perbatasan Kaltim ke Indonesia untuk melakukan penyerangan terhadap diplomat AS, Australia, dan Inggris."Memang ada informasi intelijen dari luar. Dari beberapa orang yang ditangkap di Filipina dan Malaysia, ada informasi seperti itu. Info intelijen ini tentunya sebagai warning, dan kita harus mengantisipasi. Sekalipun analisis dari dalam negeri kita tidak memperoleh info-info."Demikian kata Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar di Mabes Polri jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Jumat (11/6/2004)."Keluar masuk bisa saja terjadi karena perbatasan kita sangat luas. Kalau masuk secara formal, kita mudah mencegahnya. Tapi kita punya daerah lintas batas tradisional dengan negara lain seperti di Filipina Selatan, Malaysia, dan Singapura. Tidak tertutup kemungkinan anggota JI masuk ke wilayah Indonesia tanpa bisa dideteksi," ujarnya.Organisasi JI, lanjutnya, tidak hanya berada di Indonesia, tapi juga di luar negeri. Jadi informasi tersebut akan menjadi masukan untuk Polri melakukan antisipasi model-model serangan JI. Karena Polri tidak mau kecolongan."Tentunya informasi seperti itu menjadi masukan agar Polri tidak kaget dan bisa memprediksi segala kemungkinan," kata Da'i.Direktur VI Antiteror dan Bom Mabes Polri Brigjen Pol Pranowo mengaku belum ditemukan ada indikasi masuknya anggota JI ke Indonesia."Saya tidak akan pernah mengatakan sebelum ada fakta. Informasi memang banyak. Tapi saya tidak akan mengatakan sebelum informasi itu betul. Karena faktanya belum ada. Tentunya kalau ada akan kita kejar," tukas Pranowo. (sss/)


Berita Terkait