"Saya panggil warga dan perusahaan. Saya minta perusahaan mengalah sedikit, begitu pun dengan warga. Keduanya sepakat dengan hal tersebut," kata Ishak kepada detikcom melalui telepon, Jumat (22/04/2011) malam.
Menurut Ishak, di tengah penyelesaikan kondlik, pihak perusahaan melakukan panen raya, termasuk di lahan yang dipersoalkan warga. Pada saat berusaha ditegur warga, pihak keamanan perusahaan merasa tidak senang lalu terjadi keributan. 7 orang tewas dalam insiden yang berlangsung Kamis (21/4/2011), itu.
"Begitupun dengan warga lain yang datang. Nah, melihat ada warganya yang tewas, tentu saja masyarakat di sana marah. Akhirnya ada korban di kedua pihak. Saya sangat menyesalkan hal ini, saya sedih," ucap Ishak.
Dijelaskan Ishak, pihaknya sudah melakukan tiga kali mediasi dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Ia juga mengak sudah melaporkan persoalan tersebut kepada unsur Muspida di Sumsel, termasuk pula ke Kapolda Sumsel.
"Jadi tidak benar saya lamban atau tidak mengurusi persoalan ini. Itu, sekali lagi, saya sangat terkejut, persoalan sudah ada titik temu, eh, tiba-tiba muncul persoalan tersebut," kata Ishak yang kini berada di Jakarta guna mengurusi persiapan Jambore Nasional yang akan digelar di OKI pada 2-9 Juli 2011 mendatang.
Menurut Ishak, saat ini pihaknya belum melakukan apa-apa sampai situasi aman dan tenang. "Mereka masih berduka, kita menjaga perasaan mereka. Tapi aparat keamanan menjaga dengan di lokasi. Lokasi relatif aman," katanya.
Tapi, ia menyakinkan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera menyelesaikan persoalan tersebut.
"Saya tidak akan merugikan rakyat saya, dan juga perusahaan tidak akan rugi. Semuanya harus mengalah, ya, katakanlah saling merugi sedikit. Saya cinta rakyat OKI, saya tidak mau adanya kejadian ini. Saya sangat berduka," ujarnya.
(tw/irw)











































