"Saya gembira, seluruh pemimpin partai politik di Indonesia berasal dari Partai Golkar. Dengan demikian pula kalau ada yang jadi ketua di partai lain, itu baik. Kenapa harus dibentengi," kata Ical usai menghadiri Dharma Shanti Nasional Nyepi Partai Golkar di Art Center, Jl Nusa Indah, Denpasar, Kamis (21/4/2011).
Demikian Ical menjawab seputar fenomena politisi yang menjadi kutu loncat dari satu partai politik ke partai politik lain.
Kader Partai Golkar berpotensi loncat ke partai lain karena persaingannya sangat ketat. Kader yang terdesak akan mencari kendaraan lain untuk melanjutkan kariernya.
"Memang di dalam Partai Golkar ada jenjang yang kualitasnya hampir sama semua. Kader-kader yang berada di atas pada saat merasa terdesak mereka pindah menjadi ketua atau petinggi partai lain," kata Ical.
Kondisi itu tak membuatnya gusar. Justru ia bergembira melihat fenomena kutu loncat dari partainya.
"Buat Partai Golkar itu menggembirakan karena dari dulu menjadi kawah candradimuka bagi kader-kader partai di Indonesia," katanya tersenyum.
(gds/van)











































